Berita

Perdana Menteri Australia Scott Morrison/Net

Dunia

PM Australia: Strategi Lockdown akan Terus Diberlakukan Hingga 70 Persen Populasi Divaksin

MINGGU, 22 AGUSTUS 2021 | 13:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebijakan lockdown atau penguncian yang diambil pemerintah Australia telah banyak memicu kritik warganya. Namun Perdana Menteri Scott Morrison menegaskan strategi lockdown akan tetap diberlakukan hingga herd immunity tercapai.

Dalam wawancara dengan ABC pada Minggu (22/8), Morrison mengatakan penguncian di Asutralia untuk mencegah penyebaran Covid-19 akan bertahan hingga setidaknya 70 persen populasi divaksinasi secara penuh.

"Anda tidak dapat hidup dengan penguncian selamanya, dan pada titik tertentu Anda perlu membuat perubahan gigi, dan itu dilakukan ketika 70 persen (divaksinasi)," kata Morrison.


Sejak awal pandemi, Australia telah menjadikan lockdown sebagai strategi untuk mengendalikan wabah. Pemerintah federal berencana untuk membuka kembali perbatasan setelah 80 persen populasinya divaksinasi.

Tetapi strategi lockdown tampaknya telah membebani banyak orang. Pada Sabtu (21/8), ratusan orang melakukan aksi demonstrasi anti-lockdown di Sydney dan Melbourne yang selama ini menjadi target kebijakan tersebut.

Sejauh ini, negara bagian Victoria telah mengalami enam kali lockdown. Pada Minggu, otoritas mencatat 65 kasus baru pada Minggu, sehingga terdapat 440 kasus Covid-19 aktif di sana.

Sementara itu, negara bagian New South Wales (NSW) melaporkan 830 kasus baru pada Minggu, sehingga total kasus aktif mencapai 12 ribu.

Secara nasional, Australia telah melaporkan 914 kasus baru pada Minggu, naik dari 894 kasus pada hari sebelumnya.

Kementerian Kesehatan menyebut hanya sekitar 30 persen orang Australia berusia lebih dari 16 tahun yang telah divaksinasi penuh per 21 Agustus 2021.

Meskipun dilanda gelombang ketiga infeksi dari varian Delta, jumlah kasus Covid-19  diAustralia relatif rendah, yaitu di bawah 44 ribu kasus dan 981 kematian.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya