Berita

Presiden AS Joe Biden/Net

Dunia

Ancam Penggal Kepala Joe Biden, Pria Ini Akui Kesalahannya

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 11:29 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seorang pria asal Tusla, negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat (AS) mengakui kesalahannya karena telah membuat serangkaian ancaman pembunuhan kepada Presiden Joe Biden, anggota kongres, dan keluarga mereka.

Adalah John Jacobs Ahrens, pria berusia 58 tahun yang mengaku bersalah atas satu tuduhan ancaman terhadap Biden, dan dua tuduhan ancaman untuk melukai.

Penjabat Jaksa AS Clint Johnson pada Kamis (19/8) mengatakan Ahrens akan divonis pada 22 Desember 2021.


"Kantor ini dan mitra penegak hukum federal kami menganggap serius setiap ancaman online yang ditujukan terhadap presiden dan anggota kongres," ujar Johnson.

Berdasarkan dokumen pengadilan, seorang produser eksekutif di stasiun televisi KOTV Channel 6 menghubungi Pusat Operasi Ancaman Nasional FBI untuk melaporkan adanya email ancaman yang dikirim ke Newson6 antara Mei hingga Juni 2021, yang kemudian diidentifikasi dari Ahrens.

Dalam emailnya, Ahrens meminta sejumlah uang yang tidak disebutkan. Jika tidak dikirim, ia mengancam akan membunuh presiden, anggota kongres, dan keluarga mereka.

"Silakan buka halaman Facebook saya dan baca apa yang saya kirimkan kepada orang-orang Kongres Amerika Serikat. Mereka memiliki waktu kurang dari 48 jam untuk menyerahkan uang atau anak-anak mereka akan mulai sekarat. Saya akan membunuh anak-anak mereka," tulisnya.

Kemudian pada 17 Juni, Ahrens juga membuat pesan ancaman serupa.

"Amerika akan melihat presiden yang sedang duduk dipenggal kepalanya tepat di depan mereka dan keluarga Anda akan mulai sekarat. Setelah itu selesai, saya akan kembali ke sini sekali lagi, dan meminta Anda menyerahkan uang saya," tulisnya.

Sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut, Ahrens kemudian ditangkap di kediamannya di Tulsa pada 18 Juni 2021 oleh agen FBI dan Biro Investigasi Oklahoma, serta Satuan Tugas Terorisme FBI.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya