Berita

Wakil Presiden AS Kamala Harris/Net

Dunia

Tur Kamala Harris Bukti AS Tak Akan Meninggalkan Asia Tenggara

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 10:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tur Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) ke Singapura dan Vietnam pada pekan depan merupakan bukti bahwa Washington akan tetap tinggal di Asia Tenggara.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan, Asia Tenggara merupakan kawasan yang dianggap AS sebagai kunci untuk melawan ekspansi China.

"Pemerintah memperjelas bahwa kami (AS) memiliki komitmen abadi di kawasan ini, bahwa kami adalah bagian dari Indo-Pasifik dan di akan tetap tinggal di kawasan itu," ujar pejabat itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/8).


Pejabat itu mengatakan, fokus kunjungan Harris adalah untuk mempertahankan aturan internasional di Laut China Selatan, memperkuat kepemimpinan regional AS, dan memperluas kerjasama keamanan di kawasan.

Di tengah krisis di Afghanistan, perjalanan Harris juga kaan membahas isu-isu terkait dengan Afghanistan.

"Ini menjadi fokus dan prioritas yang luar biasa dari seluruh tim termasuk wakil presiden. Pada saat yang sama, juga benar bahwa Asia Tenggara dan Indo-Pasifik sangat penting. Dan itulah mengapa dia pergi," tambah pejabat itu.

Harris dijadwalkan tiba di Singapura pada Minggu (22/8). Ia kemudian akan mengunjungi Vietnam pada Selasa (24/8).

Di Singapura, Harris akan melakukan panggilan telepon dengan Presiden Singapura Halimah Yacob, dan bertemu dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong. Dia juga akan mengadakan pertemuan untuk membahas masalah rantai pasokan dengan perwakilan dari sektor swasta dan pemerintah.

Sementara di Vietnam, Harris akan bertemu dengan para pemimpin termasuk Presiden Ngyuen Xuan Phuc dan Perdana Menteri Pham Ming Chinh, serta memimpin delegasi AS dalam meluncurkan kantor regional untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya