Berita

Warga Afghanistan yang menunggu di bandara untuk bisa mendapatkan bantuan evakuasi/Net

Dunia

Punya Akses Keamanan dari Taliban, Rusia Siap Terbangkan Warga Afghanistan ke Negara Lain yang Mau Menampung

JUMAT, 20 AGUSTUS 2021 | 07:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia menyatakan siap membantu evakuasi warga Afghanistan yang ingin meninggalkan negara itu ke negara lain, untuk mencegah memburuknya situasi kemanusiaan di Afghanistan.

Hingga saat ini belum terkonfirmasi ada warga Rusia yang terluka di bandara Kabul, di tengah perkembangan yang mengkhawatirkan dalam beberapa hari terakhir. Namun begitu, Rusia merasa prihatin dengan warga sipil Afganistan yang terluka dan mereka yang ingin pergi meninggalkan negara itu tetapi tidak bisa.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengatakan dalam briefing pada Kamis (19/8) bahwa Rusia akan menyiapkan layanan penerbangan sipilnya.   


“Mengingat situasi bandara Kabul dan ketidakmampuan beberapa negara Barat untuk mengatur evakuasi, kami siap menyediakan layanan penerbangan sipil Rusia untuk mengevakuasi sejumlah warga negara Afghanistan, termasuk perempuan dan anak-anak, ke negara asing mana pun yang akan menunjukkan minat untuk menerima dan menampung mereka," kata Zakharova, seperti ikutip dari Tass.

Banyak dari warga sipil dan keluarganya yang kesulitan pergi dari Afghanistan padahal mereka merasa tidak aman lagi berada di negara itu. Rusia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap para pekerja Afghanistan -yang selama ini banyak membantu para diplomat dan pasukan asing selama berdinas di negara itu- yang kesulitan untuk pergi dari Afghanistan.

Zakharova mengatakan bahwa perwakilan dari otoritas baru di Afghanistan telah memberikan akses dan jaminan, meyakinkan Rusia bahwa tidak ada hambatan untuk datang dan memberangkatkan warga dengan pesawat sipil Rusia.

"Keamanan pesawat, awak, dan penumpangnya telah dijamin," tambah Zakharova.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya