Berita

Walikota Maidan Shar , Zarifa Ghafari/Net

Dunia

Walikota Perempuan Afghanistan: Saya Tidak Pergi, Saya Tetap di Sini Menunggu Taliban Datang

KAMIS, 19 AGUSTUS 2021 | 13:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tidak semua orang pergi meninggalkan Afghanistan. Setidaknya beberapa politisi masih tetap bertahan memperjuangkan negara itu. Termasuk politisi perempuan yang dikenal sangat vokal menyuarakan hak asasi  manusia, terutama hak-hak kaum perempuan, Zarifa Ghafari.

Dia adalah walikota wanita pertama Afghanistan. Ia mempertaruhkan hidupnya untuk menyelamatkan negara, juga mempertahankan hak-hak perempuan dan anak.

Ketika Taliban memegang kekuasaan di Afghanistan pada 1996 - 2001, hak-hak dasar perempuan dan anak perempuan ditolak, termasuk kemampuan untuk belajar, bekerja atau bepergian.


Sehari sebelum Taliban menggulingkan Presiden Ashraf Ghani, Ghafari dengan sangat sedih menuliskan suara hatinya di postingan Twitter.

"Tanah airku sayang, aku tahu kamu menderita dan kesakitan," tulisnya, pada Sabtu (14/8).

"Keberanian mencoba menarikmu keluar dari hari-hari buruk ini," lanjutnya.

Pada Minggu (15/8) saat Taliban bergerak menyerbu Istana Negara dan menjatuhkan kekuasaan Ghani, Ghafari mengatakan dia tidak berlari ke mana pun. Dia tetap di rumah bersama keluarganya, bersiap menghadapi Taliban.

"Saya duduk di sini menunggu mereka datang. Tidak ada yang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama mereka dan suami saya. Mereka akan datang untuk orang-orang seperti saya dan membunuh saya," kata Ghafari, yang menjabat walikota Maidan Shar sejak 2018.

"Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya. Lagi pula, ke mana saya akan pergi?" kata Ghafari seperti dikutip dari NPR, Kamis (19/8).

Ghafari telah lama memperjuangkan hak-hak perempuan di Afghanistan. Ia mendirikan sebuah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan secara ekonomi.

Ia telah menghadapi banyak tantangan dalam hidup, termasuk menghadapai kekejaman Taliban.

Akhir tahun lalu, ayahnya dibunuh di Kabul sebuah serangan yang oleh Ghafari dikaitkan dengan Taliban.

Ia mengatakan perempuan dari generasinya tidak melupakan kekejaman kelompok Taliban.

"Kami selalu khawatir akan masa depan," katanya.

Taliban telah berjanji untuk menghormati hak-hak perempuan dan merekrut perempuan untuk bergabung dengan pemerintahan baru, tetapi banyak yang tetap skeptis. Sudah ada laporan tentang wanita Afghanistan yang dipaksa menikah dengan pejuang dan dicambuk di depan umum. Di Herat, anggota perempuan parlemen memiliki rumah mereka mencari dan mobil mereka dibawa pergi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya