Berita

Militer Taiwan/Net

Dunia

Media China: Kepergian AS dari Afghanistan Harus Jadi Pelajaran Bagi Taiwan

SELASA, 17 AGUSTUS 2021 | 16:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kemajuan cepat Taliban mengambil alih kendali atas Afghanistan harus menjadi pelajaran bagi Taiwan. Bukan tidak mungkin hal yang sama akan dilakukan AS jika terjadi perang antara pulau itu dengan China.

Media China yang dikelola pemerintah Beijing dalam catatan editorialnya, menyebut bahwa Taiwan mungkin akan dibiarkan berjuang sendiri dan runtuh dalam beberapa jam jika perang benar-benar terjadi dengan China.

“Para pemimpin Partai Progresif Demokratik (DPP) Taiwan harus tetap berkepala dingin dan para pendukung pemisahan diri dari China harus bangun dari mimpi mereka,” kata surat kabar berbahasa Inggris itu, Senin (16/8).


“Dari apa yang terjadi di Afghanistan, mereka harus memahami bahwa sekali perang pecah di Selat, pertahanan pulau itu akan runtuh dalam hitungan jam, dan militer AS tidak akan datang untuk membantu,” tulisnya.

“Akibatnya, otoritas DPP akan cepat menyerah, sementara beberapa pejabat tinggi mungkin melarikan diri dengan pesawat,” lanjut artikel tersebut.

Dalam catataya, media China mengatakan, skenario seperti itu telah terjadi di Afghanistan sejak Presiden Joe Biden mengumumkan pada bulan April bahwa militer AS akan menarik diri dari negara itu pada 11 September. Biden kemudian memindahkan batas waktu hingga akhir Agustus, tetapi bahkan sebelum proses tersebut dapat diselesaikan, pemerintah negara yang didukung AS runtuh.

Pejuang Taliban menyerbu pasukan keamanan Afghanistan dalam serangan kilat yang luar biasa, yang diakhiri dengan penangkapan mereka atas Kabul pada Minggu, setelah Presiden Ashraf Ghani diduga melarikan diri dari negara itu dengan -konon menurut sumber Rusia- tas uang tunai di belakangnya.

“Pilihan terbaik bagi otoritas DPP adalah menghindari mendorong situasi ke posisi itu,” kata media tersebut.

Mereka perlu mengubah arah ikatan mereka dengan kereta anti-China daratan AS. Mereka harus menjaga perdamaian lintas-Selat dengan cara politik, daripada bertindak sebagai pion strategis AS dan menanggung buah pahit dari perang.

Artikel tersebut disertai dengan ilustrasi elang botak, mewakili AS, memimpin Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menuju lubang di tanah. Surat kabar itu menyamakan kekacauan di Kabul dengan jatuhnya Saigon tahun 1975, ketika staf kedutaan AS dievakuasi dengan helikopter, seperti yang terjadi lagi di Afghanistan pada hari Minggu.

Media china itu juga mengatakan AS memiliki sejarah panjang dalam meninggalkan sekutunya, mulai dari mengkhianati kekaisaran Prancis setelah Perang Revolusi dan meninggalkan sekutu Kurdi di Suriah pada 2019, hingga melarikan diri dari Kabul ketika pertahanan Afghanistan runtuh.

“Apakah ini semacam pertanda nasib masa depan Taiwan?” tanya surat kabar itu.

Global Times juga mencatat bahwa nilai geopolitik Taiwan tidak lebih besar dari Afghanistan, dan AS harus membayar harga yang sangat besar untuk campur tangan dalam perang dengan China.

“Begitu perang lintas-Selat pecah sementara daratan merebut pulau itu dengan pasukan, AS harus memiliki tekad yang jauh lebih besar daripada yang dimilikinya untuk Afghanistan, Suriah, dan Vietnam jika ingin ikut campur,” tulis mereka.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya