Berita

Polisi amankan lokasi Biddick Drive, setelah terjadi penembakan maut di Plymouth, Inggris, Kamis 12 Agustus 2021/Net.

Dunia

Pelaku Penembakan Massal di Inggris Pernah Menggambarkan Dirinya sebagai Terminator di YouTube

SABTU, 14 AGUSTUS 2021 | 07:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Polisi Inggris akhirnya merilis identitas pria bersenjata di balik insiden penembakan massal di kota Plymouth yang menyebabkan kematian enam orang termasuk seorang anak dan penembak itu sendiri.

Dalam konferensi pers pada Jumat (13/8), kepala kantor kepolisian Devon dan Cornwall mengidentifikasi tersangka sebagai Jake Davison dan berusia 22 tahun, seperti dilaporkan Sky News.

Polisi tidak memberikan rincian tentang kemungkinan motif pelaku, tetapi memastikan itu tidak ada kaitannya dengan terorisme atau hubungan dengan kelompok sayap kanan atau kelompok lain semacam itu.


Menurut Sky News, Davidson memposting beberapa video di YouTube beberapa minggu sebelum serangan. Video itu kebanyakan berbicara tentang subkultur "incel" yang menunjukkan permusuhan ekstrem terhadap orang yang aktif secara seksual, terutama wanita. Dalam videonya, Davidson juga menggambarkan dirinya sebagai Terminator.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkap rasa belasungkawanya atas peristiwa penembakan yang terjadi pada Kamis (12/8) itu.

“Pikiran saya bersama teman dan keluarga mereka yang kehilangan nyawa dan semua yang terkena dampak insiden tragis di Plymouth tadi malam. Saya berterima kasih kepada layanan darurat atas tanggapan mereka,” ujar Johnson di akun Twitternya.

Kejahatan terkait senjata relatif rendah di Inggris, sehingga peristiwa itu sangat mengejutkan semua orang, termasuk Menteri Dalam Negeri Priti Patel.

Penembakan massal sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2010 ketika seorang sopir taksi melepaskan tembakan di Cumbria Barat, menewaskan 12 orang dan melukai 11 lainnya.

Penembakan massal paling mematikan di Inggris terjadi pada tahun 1996 di Dunblane, Skotlandia yang mengakibatkan kematian 16 anak di bawah usia 6 tahun dan guru mereka, serta melukai 15 lainnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya