Berita

Patung pejuang kemerdekaan Korea Hong Beom-do di sebuah pemakaman di Kyzylorda, Kazakhstan/Yonhap

Dunia

Jenazah Pejuang Kemerdekaan Korea Kelahiran Pyongyang akan Dipulangkan dari Kazakhstan ke Korsel

JUMAT, 13 AGUSTUS 2021 | 00:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jenazah dari pejuang kemerdekaan Korea Selatan bernama Hong Beom-do akan dikembalikan ke Korea Selatan dari Kazakhstan pekan ini, setelah sekitar delapan dekade pasca kematiannya.

Nama Hong memiliki tempat tersendiri di lembaran sejarah Korea. Dia adalah salah satu pejuang kemerdekaan yang paling dihormati, yang dikenal karena memimpin kemenangan dalam berbagai pertempuran melawan pasukan Jepang selama pemerintahan kolonial Jepang 1910-1945 di Semenanjung Korea.

Pria kelahiran Pyongyang tahun 1868 itu semasa hidupnya pernah menjabat sebagai komandan umum tentara kemerdekaan Korea.


Namanya harum di sejarah Korea terutama karena kemenangannya dalam Pertempuran Fengwudong di Manchuria, China, pada tahun 1920. Momen ini dikenang sebagai kemenangan besar pertama Korea melawan kekuatan kolonial Jepang.

Selama pertempuran, catatan sejarah menunjukkan bahwa Jepang kehilangan 157 tentara dengan sekitar 200 lainnya terluka. Sementara itu, pasukan Hong hanya kehilangan empat tentara.

Kemenangannya dalam berbagai pertempuran termasuk yang di Fengwudong membuatnya mendapat sejumlah julukan seperti "jenderal terbang" dan "harimau di Gunung Paekdu", nama gunung tertinggi di Semenanjung Korea.

Namun dia kemudian harus pindah dari Manchuria ke Provinsi Maritim Siberia pada tahun 1921 untuk melarikan diri dari pasukan Jepang dan kemudian bergabung dengan pasukan militer Rusia. Hong jug termasuk di antara mereka yang dideportasi ke Asia Tengah, mengikuti perintah dari Joseph Stalin pada tahun 1937.

Dia lalu meninggal di Kazakhstan dan dimakamkan di sana pada tahun 1943 pada usia 75 tahun.

Terlepas dari kemenangan dalam sejarah Korea, namun kontribusinya belum sepenuhnya diakui untuk waktu yang lama, baik di Korea Selatan maupun Korea Utara.

Mengutip kabar yang dimuat Yonhap, di Korea Selatan, permasalahan pengakuan ini tampaknya karena tugas yang dilakukan Hong di antara pasukan Rusia di tengah sentimen anti-komunis yang kuat.

Baru kemudian pada tahun 1962 Hong dianugerahi "Merit for National Foundation" oleh Korea Selatan. Lalu pada tahun 1990an, Korea Utara mencari kerja sama dari pemerintah Kazakhstan untuk pemulangan Hong, tetapi etnis Korea yang tinggal di negara itu, yang disebut Koryoin, menolak proposal tersebut.

Setelah bertahun-tahun larut dalam sengketa tersebut, isu pemulangan jenazah Hong kembali digaungkan di masa pemerintahan Moon Jae-in di Korea Selatan. Dia mengajukan permintaan pemulangan jenazah Hong selama perjalanannya ke Kazakhstan pada April 2019 lalu.

Akhirnya Kazakhstan pun setuju untuk memulangkan jenazah Hong. Pemulangan jenazah ini diatur pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev ke Korea Selatan minggu depan untuk pembicaraan puncak dengan Moon.

Tokayev telah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke sini pada Maret tahun lalu, tetapi ditunda karena situasi pandemi Covid-19.

"Pemulangan ini adalah kesempatan untuk mengingat persahabatan kedua negara yang telah berlangsung selama sekitar 80 tahun," kata seorang pejabat kepresidenan, seperti dikabarkan Yonhap (Kamis, 12/8).

Moon akan mengirim delegasi khusus, yang dipimpin oleh Menteri Urusan Veteran Hwang Ki-chul, ke negara Asia Tengah itu pada akhir pekan ini untuk kepulangan jenazah Hong.

Mendiang Hong kemudian akan dimakamkan di pemakaman nasional di pusat kota Daejeon pekan depan setelah masa berkabung resmi.

"Tahun ini menandai tahun ke-100 setelah Jenderal Hong pindah ke Provinsi Maritim Siberia," kata pejabat itu.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya