Berita

Pejuang Taliban berjaga di pos pemeriksaan di Farah, Afghanistan, 11 Agustus 2021/Reuters

Dunia

Taliban Disarankan Pertimbangkan Peran di Komunitas Internasional, Trump Jr.: LOL

KAMIS, 12 AGUSTUS 2021 | 13:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasca Amerika Serikat menarik pulang pasukannya dari Afghanistan, kelompok militan Taliban semakin aktif melancarkan manuver di negara tersebut. Hingga hari ini (Kamis, 12/8), kelompok itu berhasil merebut dan menguasai lebih dari 60 persen wilayah di Afghanistan. Jumlah tersebut diperkirakan akan lebih besar dalam beberapa hari mendatang, karena Taliban semakin agresif bergerak.

Untuk membantu dialog perdamaian bagi Afghanistan, pada awal pekan ini Amerika Serikat mengirim utusan Afghanistan Zalmay Khalilzad untuk bertemu dengan para pemimpin Taliban di Qatar. Pada pertemuan itu, Khalilzad akan menuntut Taliban agar menghentikan serangan yang sedang berlangsung dan membahas cara-cara untuk mencapai penyelesaian politik di Afghanistan.

Namun di tengah situasi tersebut, Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengeluarkan komentar yang memicu kontroversi. Ketika ditanya tentang apakah Taliban memiliki kepentingan dalam mencapai resolusi damai dalam pertemuan di Qatar, Psaki menjawab bahwa utusan Taliban harus mempertimbangkan peran yang ingin mereka mainkan dalam komunitas internasional.


“Taliban juga harus membuat penilaian tentang apa yang mereka inginkan dari peran mereka dalam komunitas internasional,” kata Psaki pada Rabu (11/8), seperti dikabarkan Russia Roday

Pasalnya, Psaki mengingatkan bahwa organisasi internasional akan mengawasi dengan cermat bagaimana perilaku Taliban dan bukan tidak mungkin menghukum mereka jika memungkinkan.

Pernyataan Psaki mengenai peran Taliban di dunia menuai kritik. Sejumlah tokoh dan kelompok konservatif menganggapnya tidak berhubungan, karena Taliban memiliki sedikit minat pada citranya di ranah internasional.

"LOL (laugh out loud/ekspresi untuk tertawa terbahak-bahak), ya Taliban benar-benar peduli bagaimana mereka dilihat oleh komunitas internasional. Orang-orang ini hidup di dunia badut/mimpi," begitu kritik yang dilontarkan oleh pebisnis yang juga merupakan putra sulung mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakni Donald John Trump Jr. di akun Twitternya.

"Mungkin Psaki harus tinggal di sana dan mencoba meyakinkan mereka untuk peduli. Saya ingin tahu seberapa banyak mereka akan mengindahkan nasihatnya," sambungnya.

Kritik serupa dilontarkan oleh mantan U.S. Army Reserve Captain Montgomery J. Granger di akun Twitternya.

"Taliban bisa memutuskan apa yang mereka inginkan untuk peran mereka secara internasional? Saya pikir salah satu alasan kami (Amerika Serikat) keluar (dari Afghanistan) adalah karena Taliban adalah nasionalis teritorial dan tidak tertarik dengan apa yang terjadi di luar perbatasan mereka," tulisnya.

Di sisi lain, pemerintah Afghanistan juga telah menyuarakan skeptisisme mendalam atas prospek negosiasi damai ketika Taliban mulai menguasai sebagian wilayah Afghanistan. Jurubicara Presiden Afghanistan mengatakan kepada Bloomberg pada awal pekan ini bahwa kelompok itu hanya tertarik untuk mencoba merebut kekuasaan dengan paksa dan para pemimpin Taliban tidak percaya pada pembicaraan damai.

Bulan lalu, Presiden Afghnistan Ashraf Ghani juga telah menegaskan bahwa Taliban tidak memiliki keinginan untuk perdamaian.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya