Berita

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/Net

Politik

PDIP Partai Rasional, Kalau Puan Maharani Belum “Ngangkat” Pasti Usung Ganjar Pranowo

KAMIS, 12 AGUSTUS 2021 | 08:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemasangan baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani secara serentak di penjuru tanah air merupakan bagian dari upaya PDIP menaikkan tingkat elektoral putri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Namun demikian, partai banteng moncong putih itu dinilai akan tetap rasional jika jelang pendaftaran capres nanti elektabilitas Puan tak kunjung terdongkrak.

Direktur Eksekutif Voxpoll Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menyarankan agar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang diusung PDIP sebagai capres lantaran hasil surveinya selalu moncer.


“Jadi walau baliho Puan menjamur, tidak bisa juga kita katakan itu menutup peluang Ganjar diusung sama PDIP,” tegas Pangi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/8).

Menurutnya, dalam konteks bandwagon effect atau efek ikut-ikutan, PDIP akan mempertimbangkan dan mengukur kekuatan untuk meraih kemenangan pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Termasuk jika terpaksa harus mengurungkan niatnya untuk mengusung Puan Maharani.

“Saya haqul yakin PDIP akan melihat dan membaca realitas racikan elektabilitas yang moncer, trend yang bagus dan kemungkinan besar dipilih dan menang dalam pilpres. Mereka tidak terkunci pada sosok Puan," katanya.

Pangi menambahkan, yang menjadi catatan dalam fenomena baliho Puan ini adalah bahwa PDIP bakal mengusung dan mendukung capres berdasarkan ramuan racikan elektoral.

"Percaya sama saya (PDIP) tidak bakal berani melawan arus kehendak publik. Lagi-lagi hasil survei tetap bisa dijadikan sebagai dasar pemikiran siapa yang bakal diputuskan untuk diusung sebagai capres oleh PDIP," tuturnya.

"Yang jelas PDIP partai yang rasional dan membaca nuansa kebatinan suara rakyat," demikian Pangi.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya