Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Perawat di Jerman Tega Mengganti Vaksin Covid-19 dengan Larutan Garam

KAMIS, 12 AGUSTUS 2021 | 06:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seorang perawat di Jerman Utara dituduh melakukan tindakan yang tidak manusiawi. Pada saat vaksinasi massal, perawat dari Palang Merah itu menyuntikkan larutan garam, bukan vaksin Covid-19.

Perawat berusia 40 tahun itu diduga memberikan larutan garam alih-alih vaksin virus corona Pfizer BioNTech kepada beberapa orang di pusat vaksinasi Palang Merah Jerman di Friesland, sebuah distrik pedesaan dekat pantai Laut Utara - pada April lalu.

Perbuatannya baru terungkap ketika ia menceritakan perbuatannya kepada seorang rekan baru-baru ini, dan rekan itu melaporkannya kepada aparat.


Meskipun larutan garam tidak berbahaya, kebanyakan orang yang divaksinasi di Jerman pada bulan itu adalah orang tua yang berisiko tinggi terkena Covid-19.

Akibat tindakannya ini, pihak berwenang segera memanggil 8.600 orang yang divaksinasi antara 5 Maret hingga 20 April untuk mengulang suntikan sebagai tindakan pencegahan. Tidak jelas berapa banyak yang disuntik dengan larutan garam dari daftar 8.600 orang itu.

Wakil kepala tim krisis corona Lower Saxony, Claudia Schröder, mengatakan kepada penyiar radio publik Jerman NDR, bahwa perlu dilakukan vaksinasi ulang sebab tidak diketahui jelas siapa saja yang mendapat larutan garam itu.

"Kami telah menawarkan semua orang untuk melakukan pengulangan. Vaksinasi ulang tidak berbahaya," katanya seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (11/8).

Dari hasil penyelidikan diketahui bahwa perawat tersebut termasuk salah satu orang yang skeptis terhadap vaksin. Dari postingan media sosialnya ditemukan beberapa ungkapan tentang ketidakpercayannya terhadap vaksin.

Perawat itu telah diskors dari pekerjaannya. Laporan mengatakan bahwa dia telah ditangkap.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya