Berita

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini/Net

Politik

Ekonom Indef Urai Cara Indonesia Bisa Keluar dari Middle Income Trap saat Pandemi

RABU, 11 AGUSTUS 2021 | 08:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyebaran varian Delta Covid-19 yang berasal dari India telah membuat IMF memperbaharui proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 6 persen bagi dunia, sementara Indonesia hanya berkisar 3,9 persen, Amerika Serikat (AS) 7 persen.

Sementara indikator global mencatat bahwa dengan aktivitas ekonomi yang mulai terbuka sejak 2020 akhir, terlihat pemulihan mulai berjalan terutama di beberapa sektor yang tingkat pemulihannya berbeda-beda.

Begitu urai ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini saat menyampaikan materi mengenai daya saing ekonomi Indonesia dalam pasar globaldi acara Webinar INDEF “Ekonom Perempuan Indef ; Kemerdekaan dan Masa Depan Ekonomi Bangsa” yang digelar virtual Selasa (10/8).


Eisha mengurai bahwa ada dua skenario IMF tentang global economic recovey dalam perekonomian dunia. Skenario itu memperhitungkan dampak pandemi dengan adanya varian baru Covid-19 di antara negara emerging market dan negara maju.

Skenario pertama, negara emerging market mempunyai dampak pandemi lebih besar ketimbang negara maju yang sama sekali tidak terdampak karena telah mempunyai kekebalan akibat vaksinasi masif.

“Dampak terhadap recovery ekonomi di negara berkembang menjadi lebih lambat. Hal itu menyebabkan global recovery juga akan lambat,” tuturnya.

Kedua, skenario negara emerging market dan negara maju sama-sama terkena dampak pandemi dengan asumsi advance economi nya tetap tidak bisa menghindar dari varian baru pandemi.

“Dampak varian baru pandemi akan tetap mempengaruhi perekonomian global. Yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana membuat vaksinasi global lebih merata ke seluruh dunia yang akan membuat perekonomian global recovery,” sambung Eisha.

Menurutnya, pemulihan ekonomi Indonesia sampai dengan kuartal II 2021 saat ini, setelah minus 5,3 persen pada 2020, terdapat pertumbuhan ekonomi 7 persen (yoy) karena perbandingan pada periode yang sama pada kuartal II 2020, sehingga pertumbuhan ekonomi terlihat tinggi.

“Agak berbeda terlihat pada grafik pertumbuhan ekonomi Indonesia dibanding negara seperti Singapura dan AS yang vaccine rate-nya jauh lebih tinggi,” sambungnya.

Dalam pemaparan ini, Eisha turut mengurai cara untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tengah tantangan pemulihan ekonomi akibat pandemi dan upaya keluar dari middle income trap.

Kata dia, hal yang paling penting adalah mengatasi krisis kesehatan, menekan angka penyebaran covid-19 dan meningkatkan cakupan vaksinasi juga mempercepat vaksinasi.

“Kegiatan ekonomi tidak dapat berjalan tanpa menyelesaikan pandemik Covid-19,” tegasnya.

Selanjutnya adalah meningkatkan ekspor produk bernilai tambah tinggi, menjadi penopang sumber pertumbuhan ekonomi.

Ekspor Non-migas selalu menyokong neraca perdagangan yang positif, termasuk saat pandemik, dimana neraca pergadangan positif dan meningkat di tahun 2020, karena penurunan impor lebih besar dibandingkan penurunan ekspor.

“Pada bulan Desember 2020, ekspor sektor industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas, sebesar 84,6 persen, dibanding sektor tambang (12,74 persen) dan sektor pertanian (2,7 persen),” urainya.

Indonesia juga harus meningkatkan produksi komoditas ekspor dari industri pengolahan, Hilirisasi produksi industri yang berbasis sumber daya alam, dan mendorong UMKM dan Industri kecil untuk masuk ke ekspor.

Turut hadir para perempuan Indef sebagai pembicara dalam acara ini, Fauziyah Rizki Yuniarti, Eisha Maghfiruha Rachbini, Riza Annisa Pujarama, Mirah Midadan, Aviliani, Evi Noor Afifah, dan Esther Sri Astuti.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya