Berita

Baliho Puan Maharani yang dipasang di berbagai jalan protokol kabupaten/kota/Net

Politik

Catatan IPO, Baliho Puan Hanya Dongkrak Popularitas tapi Tidak untuk Elektabilitas

SELASA, 10 AGUSTUS 2021 | 15:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Berdasarkan catatan lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO), pemasangan baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani hanya berdampak pada popularitas semata.

Dengan kata lain, masifnya baliho putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu tidak memilikinya dampak elektabilitas.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (10/8).


"Baliho belum pernah terbukti mampu meningkatkan elektabilitas, meskipun orientasi baliho cukup signifikan mempengaruhi popularitas. Artinya, baliho Puan memang tidak ditujukan untuk keterpilihan, melainkan hanya meningkatkan popularitas," kata Dedi Kurnia.

Menurut pengamat politik dari Universitas Telkom ini, meskipun popularitas Puan naik setelah pemasangan baliho di kota-kota besar di Tanah Air, namun itu hanya berfungsi sebagai legitimasi nama Puan Maharani sebagai calon yang diusung PDI Perjuangan.

"Berfungsi sebagai legitimasi elite PDIP untuk proses keterusungannya dalam kontestasi (Pilpres 2024)," urainya.

"Sampai situ saya kira fungsi baliho bekerja dengan baik," demikian Dedi Kurnia.

Baliho Ketua DPR RI itu itu dalam beberapa bulan ini masif dipasang di berbagai jalan protokol Kabupaten/kota di Indonesia.

Paling banyak terpasang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi basis PDIP.

Baliho dipasang atas inisiatif anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan. Meski membantah terkait kepentingan Pilpres 2024, pemasangan gambar Puan dengan berbagai model itu sangat kental muatan kampanye sosok Puan yang digadang-gadang akan diusung PDIP di Pilpres 2024 nanti.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya