Berita

Aksi penikaman terjadi di kereta komuter di Tokyo dan melukai 10 orang/RT

Dunia

Aksi Penikaman Terjadi di Kereta Komuter Tokyo, 10 Orang Terluka

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 23:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aksi penikaman terjadi di kereta komuter di Tokyo pada hari ini (Jumat, 6/8). Menurut keterangan Departemen Pemadam Kebakaran Tokyo, seorang pria membawa pisau dan menikam sedikitnya 10 penumpang di kereta komuter di Tokyo.

Menurut keterangan dari operator kereta api Odakyu Electric Railway Co, penusukan itu terjadi di dekat stasiun Seijogakuen.

Dikabarkan South China Morning Post, pelaku penikaman segera keluar dari kereta komuter dan melarikan diri serta meninggalkan pisau yang dia bawa, setelah melakukan aksinya.


Seorang saksi mata di stasiun terdekat tempat kereta berhenti mengatakan, pada saat penikaman terjadi, penumpang panik dan bergegas keluar dari gerbong.

Sementara itu, saksi mata lain mengatakan kepada NHK bahwa dia melihat penumpang berlumuran darah keluar dari kereta.

Pelaku penikaman sendiri sempat kabur dan mealrikan diri ke toko toserba. Namun manajer toserba tersebut curiga karena melihat noda darat di baju pria itu dan segera menelepon pihak keamanan. Polisi pun segera datang dan mengamankan pelaku.

Sementara itu, menurut keterangan pihak pemadam kebakaran Tokyo, sembilan di antara 10 orang yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit. Sementara satu orang lainnya diizinkan pulang karena tidak mengalami luka serius

Semua korban dikabarkan berada dalam kondisi sadar, namun satu di antara korban yang dilarikan ke rumah sakit mengalami kondisi serius karena ditikam beberapa kali.

Belum ada rincian lebih lanjut soal pelaku serta motif di balik aksinya. Namun dia dikabarkan berusia sekitar 20 tahunan. 


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya