Berita

Wakil Ketua Gernas MUI, KH Cholil Nafis/Net

Politik

Dekatkan Terdampak Covid-19 dengan Pemuka Agama, MUI Buka Layanan Kosultasi 24 Jam

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 17:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19) muncul berbagai inovasi dalam menanggulangi dampak dari badai virus asal kota Wuhan, China itu. Inovasi itu juga dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Melalui Gerakan Nasional  Majelis Ulama Indonesia (Gernas MUI) Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, organisasi yang mewadahi para ulama itu meluncurkan layanan konsultasi agama dan kesehatan bagi masyarakat.

Layanan konsultasi berbagai hal yang terkait Covid-19 dilakukan secara virtual terkait Covid-19.
 

 
Wakil Ketua Gernas MUI, KH Cholil Nafis menjelaskan, layanan ini didasari hadirnya pandemi Covid-19 di Indonesia yang tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi berdampak pada kesehatan mental.
 
Kiai Cholil menambahkan, sejak adanya pembatasan sosial dan tingginya peningkatan kasus Covid-19 nyatanya-nyata menguji kesabaran dan kepatuhan masyarakat.
 
Kiai asal Madura itu kemudian mengulas hasil kajian Universitas Oxford Inggris yang diterbitkan Jurnal The Lancet Psychiatry. Urai Kiai Cholil, ditemukan fakta bahwa satu dari lima penyintas Covid-19 mempunyai risiko besar terkena gangguan mental.

Ditambahkan Ulama Pengaush Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok itu, dalam riset tersebut terungkap sebanyak 20 persen orang yang pernah terinfeksi Covid-19 mengalami gangguan kejiwaan dalam waktu 90 hari.

Beberapa gejala yang muncul dinyatakan sembuh, para penyintas Covid-19 mengalami kecemasan, depresi, dan insomnia.  
 
Temuan ini, menurut dia, sejalan dengan survei  Puslitbang Bimas Agama Dan Layanan Keagamaan Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama berjudul “Urgensi Layanan Agama di Masa Pandemi Covid-19”.

Riset Kemenag itu menyebutkan bahwa 55,1 persen respons setuju bahwa Covid-19 memengaruhi keyakinan/praktik keberagamaan.

Ia memandang selama pandemi ini, sendi-sendi kehidupan telah porak-poranda, termasuk rutinitas mengakses kajian, ceramah, dan tausiyah keislaman secara langsung tatap muka dengan ustadz yang barangkali biasa dilakoni dalam kondisi normal.

“Apalagi bagi mereka yang terpapar parah Covid-19. Kendala akses tentu lebih sulit lagi,” kata dia.
 
Meski demikian, di tengah kesulitan akibat dampak pandemi, Kiai Cholil juga menjelaskan bahwa 86,7 persen responden berupaya terhubung dengan (mencari support dari) pemuka agama dan komunitas agama mereka.

Dari hasil riset Kemenag itu, kata Kiai Cholil, saat para pengidap Covid-19 menjalani isolasi mandiri, mereka melakukan berbagai aktivitas.

Data Kemenag, sebanyak 56,3 persen mendengar atau membaca kitab suci, 47,2 persen mendengar ceramah, dan 42,8 persen dzikir/meditasi.

Diungkapknya Kiai Cholil, hanya 22,1 persen responden yang mengaku pernah mendapat konseling psikologis-keagamaan, selama menjalani pandemi

Survei Kemenag ini juga menemukan fakta masih sedikit layanan konsultasi psiko-spiritual (psikologi keagamaan) yang tersedia. Padahal, sebagaimana disebutkan, 87 persen memang betul-betul berupaya terhubung dengan para pemuka agama masing-masing.
 
Atas dasar itulah, kata Kiai Cholil, Gernas MUI menilai perlu adanya layanan pendampingan terhadap umat agar tetap kuat dan tangguh dalam menghadapi pandemi ini.
 
Kiai Cholil yang juga sebagai Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah ini, menjelaskan kehadiran Gernas MUI bukan hanya untuk membantu masyarakat berupa program jaringan pengamanan sosial dan kebutuhan pokok, melainkan berupa layanan keagamaan dan kesehatan.
 
Karenanya, Gernas MUI pada Jumat, (5/8) meluncurkan program baru "Salam MUI".

"Program ini merupakan layanan konsultasi keagamaan dan kesehatan secara virtual atau telekonseling bagi masyarakat yang hendak konsultasi keagamaan dan kesehatan berkenaan dengan pandemi Covid-19," ujar Kiai Cholil.
 
Kiai Cholil mengimbau kepada masyarakat yang ingin berkonsultasi keagamaan Islam dan kesehatan berkenaan dengan Covid-19 bisa menghubungi melalui Whatsapp Center: 081219519529 (Telkomsel) atau 085880096960 (Indosat). Bisa juga melalui email: salam.muipusat@gmail.com.

"Layanan WA dan email dibuka 24 jam dan konsultasi langsung sesuai jadwal yang disepakati dengan pakar," ujar dia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya