Berita

Puan Maharani dan Ibunya Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Puan Maharani Jadi Kuda Hitam Pilpres Kalau Bisa Hilangkan Bayang-bayang Megawati

JUMAT, 06 AGUSTUS 2021 | 08:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemasangan baliho secara massif dipandang sebagai bentuk keseriusan Puan Maharani dalam menjemput kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Langkah perempuan yang saat ini menjabat ketua DPR RI itu diprediksi tidak begitu efektif untuk menggenjot elektoralnya di hadapan publik.

Direktur Eksekutif Periskop Data Muhamad Yusuf Kosim menganalisa dari berbagai hasil survei akselerasi suara Puan Maharani sangat rendah. Dengan demikian, politisi yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan harus lebih kerja keras lagi untuk merebut simpati publik.


Catatan penting pria yang karib disapa Yuko ini, elektabilitas Puan rendah karena selama ini sangat identik dengan sosok ibunya Megawati Soekarnoputri. Pada saat bersamaan sebagian besar dari publik tidak begitu menyukai sosok Ketua Umum PDIP itu.

"Puan harus bekerja keras untuk mendapat simpati publik. Melekatnya Puan terhadap Megawati, sementara sebagian publik kurang sreg dengan Megawati," demikian analisa Yuko saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat pagi (6.8).

Bacaan politik Yuko, Puan Maharani berpotensi jadi kuda hitam di Pilpres 2024 jika dirinya berhasil melepaskan diri dari bayang-bayang Megawati.

Salah satu caranya memastikan konsolidasi PDIP menjemput kemenangan dengan perolehan suara tinggi dan Puan berhasil menjadi simbl kemenangan partai berlambang banteng itu.

"Puan harus menghilangkan bayang-bayang Megawati. Perlu kerja keras untuk membebaskan dirinya dari bayang-bayang orang tuanya. Puan akan jadi kuda hitam kalau suara PDIP melambung tinggi," demikian saran Yuko.

Mengacu pada survei terbaru Indostrategic tingkat pengetahuan pada sosok Puan Maharani menyentuh angka 60,8 persen. Mantan Menteri PMK era Jokowi periode pertama itu berada diurutan ke enam di bawah Prabowo, Sandiaga Uno, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ridwan Kamil.

Meski 60 persen publik tahu, tetapi tingkat kesukaan pada Puan masih rendah hanya 36 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya