Berita

Dari kiri ke kanan: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo/RMOL

Politik

Tercecer dari Nama Besar Prabowo, Anies hingga Ganjar, "Pesawat Puanisasi" Diterbangkan Menuju 2024

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 15:46 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Hanya bagian dari salah satunya, baliho besar Puan Maharani dengan latar warna merah membentang di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Ada lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan foto Puan Maharani yang ditulis dengan atribusi Ketua DPR RI, serta kata-kata "Kepak Sayap Kebhinnekaan", di baliho yang besarnya kira-kira 6x4 meter itu.

Potret bentangan baliho serupa juga ditemukan di beberapa daerah di Provinsi Banten dan wilayah lainnya.


Serbuan baliho Puan ini ditanggapi Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, yang memandangnya sebagai upaya menerbangkan "Pesawat Puanisasi" sudah mulai dilakukan PDIP.

"Ini bagian kerja politik untuk menderek popularitas Puan yang tercecer dari nama besar seperti Prabowo, Anies, Ganjar, Sandi, AHY, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Khofifah, dan lain-lain," ujar Adi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (4/8).

Ia pun tidak sepakat dengan pernyataan politisi senior PDIP, Hendrawan Supratikno, yang menyatakan sebaran baliho Puan bukan perintah dari DPP PDIP, melainkan inisiatif fraksi PDIP di DPR.

"Tak bisa dipungkuri ini nyata kerja politik," ucap Adi.

Maka dari itu, pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini berkesimpulan bahwa baliho Puan yang membentang di sejumlah daerah adalah bagian dari penguatan branding Puan sebagai calon presiden (capres) dari PDIP.

"Secara terang benderang sebagai upaya menggembok suara publik agar tak lagi bicara Ganjar capres PDIP 2024. Capres PDIP itu hanya Puan, bukan yang lain," kata Adi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya