Berita

Ilustrasi Pilpres/Net

Politik

Bukan Gerbong Koalisi yang Kuat, Ini 3 Poin Utama yang Harus Dimiliki Seorang Capres

RABU, 04 AGUSTUS 2021 | 01:44 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Gerbong koalisi yang kuat bukan jaminan seorang calon bisa jadi pilihan utama masyarakat. Karakter pribadi dari sang calon justru punya peranan lebih besar untuk dipilih.

Berdasarkan survei terbaru Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic), basis penilaian masyarakat condong kepada karakter individu calon. Dalam hal ini adalah calon presiden.

Sehingga, faktor dukungan asal partai politik masing-masing nama calon pemimpin, tak terlalu dilihat.


Responden justru lebih banyak jatuh pada pilihan karakter “Berwibawa” (12,2%), “Tegas” (11,25%) dan “Merakyat” (10,35%) sebagai alasan utama memilih tokoh yang diusul menjadi Capres.

Disusul "Berpengalaman" (7,7%), "Cerdas" (6,80%), dan "Kharismatik" (6,05%). Sedangkan faktor "Party Identification" atau Party ID, yakni dukungan masyarakat yang didasarkan hanya 2,45%.

Ini mengindikasikan, bahwa kuatnya gerbong koalisi partai tidak menjamin kemenangan pasangan Capres-Cawapres.

Hal itu dikonfirmasi hasil pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2014, di mana Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo akhirnya memenangkan Pilpres, meskipun tidak didukung oleh basis koalisi partai yang kuat di parlemen.

"Artinya, kemenangan di level Pilpres, lebih ditentukan oleh persepsi dan penilaian masyarakat terhadap individu Capres-Cawapres yang berlaga," demikian penjelasan tertulis Indostrategic, Selasa (3/8).

Indostrategic melakukan survei bertajuk “Mengukur Elektabilitas Capres Potensial, Partai Politik & Aspirasi Perubahan Sistem Pemilu 2024” pada 23 Maret hingga 1 Juni 2021. Survei dilakukan di 34 provinsi di
seluruh Indonesia melalui pendekatan face to face interview.

Metode penarikan sampel dilakukan melalui Multi-Stage Random Sampling dengan jumlah sampel 2.400 responden, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan level margin of error 2 persen.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya