Berita

Ismail Haniyeh/Net

Dunia

Ismail Haniyeh Terpilih Kembali sebagai Pemimpin Hamas

SENIN, 02 AGUSTUS 2021 | 05:41 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok perlawanan Palestina Hamas kembali memilih Ismail Haniyeh sebagai kepala biro politik gerakan itu untuk masa jabatan kedua kalinya. Sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan hal pada Minggu sore (1/8) menurut laporan Reuters.

Haniyeh, yang mengepalai Hamas pada 2017, akan kembali memimpin hingga 2025. Dia adalah tangan kanan pendiri Hamas Sheikh Ahmed Yassin di Gaza, sebelum ulama itu dibunuh pada 2004.

Menurut Al-Quds, Dewan Syura Hamas bersidang pada Sabtu (31/7) dan memilih Haniyeh. Dewan diatur untuk bersidang lagi pada Minggu dan memilih wakil Haniyeh dan sisa anggota biro politik Hamas.


Hamas mengadakan pemilihan internal setiap empat tahun secara rahasia. Hal ini karena adanya tindakan keras keamanan Israel terhadap kelompok itu.

Pemungutan suara dibagi menjadi emoat wilayah, yaitu Gaza, Tepi Barat, diaspora, dan tahanan Hamas di penjara-penjara Israel.

Pemungutan suara akan mengakhiri pemungutan suara kepemimpinan internal selama berbulan-bulan di dalam Hamas. Pemilihan secara resmi dimulai Maret lalu, meskipun para tahanan Hamas dikabarkan telah mulai memberikan suara jauh sebelum itu.

Haniyeh memimpin masuknya Hamas ke dalam politik pada 2006, ketika mereka secara mengejutkan menjadi pemenang dalam pemilihan parlemen Palestina, mengalahkan partai Fatah yang terpecah yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas.

Pada 2007, Hamas merebut Gaza dari Otoritas Palestina yang didominasi Fatah, yang memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas di Tepi Barat yang diduduki Israel.

Time of Israel melaporkan, Haniyeh, yang saat ini berusia 59 tahun, lahir di kamp pengungsi al-Shati Gaza. Ia adalah seorang aktivis mahasiswa lama di Ikhwanul Muslimin. Haniyeh pernah berurusan dengan aparat dan ditangkap beberapa kali karena partisipasinya dalam Intifada Pertama.

Pada 1992, Haniyeh, bersama dengan sekitar 400 tokoh senior di Hamas, dideportasi oleh Israel ke Lebanon selatan. Orang-orang yang dideportasi mendirikan sebuah kamp di Marj al-Zuhur dekat wilayah yang dikuasai Israel. Hal itu menarik perhatian internasional. Israel akhirnya memutuskan untuk mengizinkan sebagian besar orang yang dideportasi, termasuk Haniyeh, untuk kembali.

Sejak kembali ke Gaza, Haniyeh dengan cepat naik pangkat menjadi kelompok teror. Dia menjadi dekat dengan Sheikh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual Hamas.

Menyusul kemenangan Hamas dalam pemilihan legislatif Palestina 2006, Haniyeh dipilih untuk memimpin pemerintahan persatuan yang rapuh antara Hamas dan Fatah sebagai perdana menteri. Dia kemudian memimpin divisi Gaza Hamas sebelum menjadi pemimpin kelompok teror itu.

Departemen Keuangan Amerika Serikat secara resmi menempatkan Haniyeh dalam daftar hitam terorisme pada 2018.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Presiden Prabowo Patok Belanja Negara Rp4.097 Triliun, Defisit Rp671,2 T di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 18:15

Pemerintah Anggarkan Belanja Rp4.097 Triliun untuk Delapan Program Prioritas di 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:59

Titah Prabowo Usut Tambang Ilegal Wajib Dilaksanakan TNI-Polri

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:55

Prabowo Targetkan Efisiensi Rp360 Triliun dari Belanja Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:41

Muktamar NU dalam Pusaran Politik Kepentingan Umat

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:20

Prabowo Usul Beri Kewarganegaraan Ganda bagi Diaspora dengan Talenta Terbaik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:10

Iwan Sumule: Program Prabowo adalah Amanat Konstitusi

Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:09

Kepastian RUU Perampasan Aset, Menteri Hukum: Tunggu DPR Gelar Uji Publik

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:53

Prabowo Siapkan Ambulans Udara hingga Tim Dokter Terbang untuk Layani Daerah Terpencil

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:52

Prabowo Buka Opsi Datangkan Dokter dari Luar Negeri untuk Praktik di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:32

Selengkapnya