Berita

Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma/Net

Politik

Lieus Sungkharisma: Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Mengingatkan Saya pada Gerakan Superiman Tahun 2003

RABU, 28 JULI 2021 | 09:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Apresiasi tinggi diberikan masyarakat kepada keluarga almarhum pengusaha Akidi Tio yang pada Senin lalu (26/7)  memberi sumbangan sebesar Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Polda Sumsel. Salah satu yang memberi apresiasi tersebut adalah aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma.

“Ini salah satu bukti bahwa warga keturunan Tionghoa sangat mencintai negara ini,” ujarnya kepada redaksi sesaat lalu, Rabu (27/7).

Menurut Lieus, apa yang dilakukan keluarga ahli waris Akidi Tio itu merupakan bentuk kepedulian salah seorang anak bangsa atas apa yang sedang dihadapi bangsanya.


 â€œKita perlu mengapresiasi dan memberi hormat atas ketulusan keluarga ini. Sebab tak banyak orang kaya di negeri ini, yang kekayaannya bertriliun-triliun, rela mengorbankan harta sedemikian besar untuk menolong bangsa dan negaranya yang sedang sulit,” katanya.

Lieus menambahkan, apa yang dilakukan Akidi Tio dengan memberikan sumbangan uang untuk membantu negara, telah menginspirasi banyak orang dan mengingatkannya pada apa yang pernah dia lakukan tahun 2003 di masa Wapres Hamzah Haz.

“Secara pribadi, waktu itu saya bersama Yusuf Siregar dan Bambang Sungkono menyumbang masing-masing Rp 100 juta melalui sebuah program gerakan nasional yang disebut Superiman atau Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional yang waktu itu dipimpin Wapres Hamzah Haz dan Presiden Megawati sebagai penasehat,” kata Lieus.

Diakui Lieus, Gerakan Nasional Superiman yang diresmikan oleh Wapres Hamzah Haz pada 19 Agustus 2003 di Istana Wapres itu, memang merupakan idenya dan sejumlah kawannya sesama aktivis.

“Niatnya adalah untuk membantu negara melepaskan diri dari hutang dan ketergantungan pada pinjaman luar negeri,” ujar Lieus.

Sayangnya, tambah Lieus, meski sempat membuka rekening khusus 17081945 di BRI, gerakan Superiman mati sebelum berkembang.

“Ada pihak-pihak yang menjadikan gerakan untuk membantu keuangan negara ini sebagai isu politik,” kata Lieus.

Padahal, tambah Lieus, lembaga Superiman yang dibentuk atas swadaya dan swadana masyarakat ini bisa menjadi alternatif dalam menangani krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Lembaga itupun langsung di bawah pengawasan BPK dan auditor independen.

“Kalau gerakan itu berjalan, negara tak perlu lagi berutang ke luar negeri,” kata Lieus.

Bayangkan, tambah Lieus, jika selama 18 tahun sejak dari 2003 hingga 2021, kalau saja Superiman itu berjalan mulus dan setiap orang/pengusaha menyumbangkan Rp 100 juta saja hartanya untuk membantu keuangan negara, sudah berapa ribu triliun uang yang bisa dikumpulkan.

Lieus menyebut, meski secara pribadi dia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan ahli waris Akidi Tio, namun sampai sekarang dia masih memimpikan adanya lembaga independen yang bisa menghimpun dana masyarakat untuk membantu keuangan negara.

“Saya berharap, di tengah kondisi perekonomian negara yang sulit sekarang ini, gagasan menghimpun dana rakyat itu bisa dilanjutkan dengan keluarga pak Tio sebagai pemimpinnya. Karena itu saya ingin bertemu dengan Wapres Makruf Amin,” katanya lagi.

“Kita tak boleh membiarkan negara ini terus menerus berutang ke luar negeri yang akan berakibat menjadi beban anak cucu kita. Kita harus menjabarkan konsep berdikarinya Bung Karno dengan memberdayakan potensi rakyat sehingga pemerintah bisa tetap membangun tanpa harus berutang pada luar negeri,” katanya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya