Berita

Jenderal (Purn) Jack Keane dalam sebuah wawancara dengan Fox News akhir pekan ini/Fox News

Dunia

JK: Kegagalan Pemerintahan Joe Biden Di Afghanistan Jadi "Kekuatan" Taliban

MINGGU, 25 JULI 2021 | 15:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militer Taliban semakin agresif melakukan manuver di Afghanistan pasca pasukan Amerika Serikat angkat kaki dari negara tersebut.

Hal ini terjadi lantaran "kegagalan" yang dibuat oleh pemerintahan Joe Biden.

Begitu penuturan pensiunan jenderal bintang empat yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Jenderal Jack Keane (Purn.) dalam sebuah wawancara dengan Fox News akhir pekan ini.


Dia memperingatkan bahwa Taliban akan memberikan tekanan pada kota-kota utama dalam beberapa minggu mendatang.

"Ada kemungkinan di sini dengan momentum yang diperoleh Taliban sebagian besar karena kurangnya kehadiran Amerika Serikat, terutama kekuatan udara dan kemampuan intelijen yang kuat, yang membuat Anda dapat mengetahui apa yang sedang dilakukan Taliban," jelasnya.

Keane menambahkan, ada kemungkinan besar bahwa Taliban akan mengambil kendali di Afghanistan di kemudian hari. Hal itu jelas bukan apa yang diharapkan oleh pemerintah Biden saat memutuskan untuk menarik semua pasukan Amerika Serikat dari negara tersebut.

"(Pemerintahan Biden) tidak ingin Taliban mengambil alih kendali (di Afghanistan) dan Al Qaeda dan ISIS bangkit kembali, yang kita tahu kemungkinan besar akan terjadi," sambungnya.

Namun dia menggarisbawahi, ada hal yang gagal dilakukan oleh pemerintah Biden saat memutuskan untuk menarik seluruh pasukannya dari Afghanistan. "Kegagalan" itulah yang dilihan Taliban sebagai peluang untuk memperkuat kendali di Afghanistan.

"Tetapi apa yang gagal mereka (pemerintahan Biden) lakukan adalah menempatkan transisi dan strategi yang baik untuk menghadapi situasi tanpa 2.500 pasukan Amerika Serikat di lapangan," papar Keane.

Hal itulah yang hari ini menjadi pemandangan di Afghanistan. Di mana Taliban semakin agresif melebarkan kendali dan bermanuver.

"Jadi kita punya masalah besar di tangan kita. Setengah dari distrik itu, seperti yang ditunjukkan peta, berada di bawah kendali Taliban. Sekarang, pasukan keamanan Afghanistan dengan rela menyerahkan sebagian dari itu karena, tanpa kekuatan udara, mereka tidak dapat mempertahankan seluruh negeri," paparnya.

Dia menambahkan, pasukan Afghanistan kini mengkonsolidasikan kekuatan mereka di sekitar ibu kota provinsi di mana mereka masih mengambil kenedali.

"Tetapi Taliban di beberapa titik akan memberikan tekanan pada ibu kota tersebut," kata Keane.

"Mereka mungkin menunggu hingga 31 Agustus ketika pasukan Amerika Serikat secara resmi keluar. Saya pikir mereka mungkin akan mulai bergerak sebelum itu," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya