Berita

Lebih dari 200 orang dari sejumlah wilayah di Kanada turun ke jalan di Ottawa mendesak PM Kanada membantu menghentikan genosida terhadap warga Uighur di China/Repro

Dunia

Ratusan Warga Turun Ke Jalan, Desak PM Kanada Bantu Stop Genosida Uighur Di China

RABU, 21 JULI 2021 | 22:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Lebih dari 200 orang dari sejumlah wilayah di Kanada turun ke jalan di Ottawa, menyatukan barisan dan suara untuk mendesak Perdana Menteri Kanada Justrin Trudeau mengambil langkah besar untuk menghentikan aksi kekerasan terhadap kelompok Uighur di China.

Aksi itu dilakukan pada akhir pekan kemarin, dan dihadiri oleh sejumlah wanita dan anak-anak serta warga Uighur itu sendiri.

Salah seorang pengunjuk rasa yang merupakan Muslim Uighur berkewarganegaraan Kanada, Bilal Malik mengatakan bahwa dia telah melakukan aksi tersebut selama 15 hari untuk berjalan ke Ottawa dan menyampaikan aspirasinya di depan kantor Perdana Menteri serta menyerahkan surat yang ditandatangani bersama oleh sejumlah organisasi.


Dalam surat dan pernyataan bersama itu, mereka mendesak pemerintah Kanada untuk mengakui soal adanya genosida terhadap warga Uighur di China.

Mereka juga menentang keputusan yang dibuat oleh 33 senator Kanda untuk menolak mengakui genosida di China.

"Kami di sini untuk mengatakan kepada mereka bahwa apa yang telah mereka lakukan tidak bisa diterima sebagai warga Kanada. Mereka harus ingat bahwa Kanada bukan hanya memiliki kewajiban moral, namun juga kewajiban legal untuk berdiri dan menghentikan genosida ynag sedang terjadi," begitu pernyataan bersama yang dibuat oleh para pengunjuk rasa, sebagaimana dimuat ANI News.

Para pengunjuk rasa juga menekankan bahwa di masa lalu, Kanada pernah salah memeprlakukan warga pribumi. Oleh karena itu, Kanada kini memiliki tangungjawab moral yang lebih daripada yang lain untuk menghentikan aksi genosida semacam itu terjadi di muka bumi.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya