Berita

Korea Selatan meminta bantuan China dan Pakistan untuk mencari keberadaan seorang pendaki gunung Korea Selatan yang hilang di Himalaya/Net

Dunia

Korsel Minta Bantuan China Dan Pakistan Cari Pendaki Gunung Yang Hilang Di Himalaya

SELASA, 20 JULI 2021 | 15:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan meminta bantuan China dan Pakistan untuk mencari keberadaan seorang pendaki gunung Korea Selatan yang hilang di Himalaya.

Dia adalah Kim Hong-bin, seorang pendaki gunung yang juga dikenal karena kehilangan jarinya karena radang dingin. Dia diketahui hilang pada hari Senin (19/7) saat dalam perjalanan kembali dari puncak Broad Peak setinggi 8.047 meter, yang terletak di Karakoram Range Pakistan.

Kim Hong-bin merupakan seorang pendaki gunung yang berpengalaman. Dia pernah memecahkan rekor pendakian 14 puncak tertinggi dunia di Himalaya sebagai penyandang disabilitas.


Namun dalam pendakian terbarunya, dia diketahui menghilang.

Pemerintah Korea Selatan pun bergerak cepat dengan meminta bantuan dari otoritas China dan Pakistan.

"Kami menghubungi pihak berwenang di Pakistan dan China segera setelah kami mengetahui dia hilang dan meminta pengiriman tim penyelamat, termasuk helikopter," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Choi Young-sam, seperti dikabarkan Yonhap.

Choi mengatakan bahwa para pejabat Pakistan mengatakan kepada otoritas Korea Selatan bahwa sebuah helikopter akan lepas landas ketika kondisi cuaca memungkinkan untuk mencari pendaki yang hilang.

Kim diketahui tersesat di ketinggian 7.900 meter di atas permukaan laut dan mengirim panggilan darurat pada pukul 09:58 pada hari Senin (29/7). Pendaki terdekat pergi ke sana tetapi gagal menyelamatkannya.

Sementara itu, Federasi Pegunungan Alpen Korea mengatakan juga sedang menyelidiki situasi tersebut.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya