Berita

Petugas polisi Miami berdiri di samping bendera Kuba/Reuters

Dunia

Kasus Covid-19 Di Florida Meroket, Pejabat Top Kuba Untuk AS: Apakah Intervensi Kemanusiaan Sudah Beres?

MINGGU, 18 JULI 2021 | 21:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Direktur Jenderal Kuba untuk urusan Amerika Serikat mempertanyakan soal apakah intervensi kemanusiaan akan dilakukan setelah terungkap data bahwa 20 persen dari infeksi Covid-19 baru di Amerika Serikat kini berasal dari Florida.

Data itu dikemukakan pertama kali oleh koordinator virus corona Gedung Putih Jeff Zients pada Jumat lalu (16/7). Dia mengungkapkan bahwa 1 dari 5 dari semua kasus Covid-19 di Amerika Serikat, atau sekitar 20 persen, tercatat di Florida.

Dengan demikian, Florida saat ini menjadi negara bagian ketiga yang paling parah terkena dampak Covid-19 di negeri Paman Sam, dengan hampir 2,5 juta kasus yang dikonfirmasi.


Melihat situasi tersebut, Direktur Jenderal Kuba untuk urusan Amerika Serikat Carlos F de Cossio mempertanyakan soal apakah intervensi kemanusiaan di Florida akan dilakukan atau tidak.

"Apakah intervensi kemanusiaan sudah beres?" tanyanya, dalam cuitan di Twitter akhir pekan ini.

Pertanyaan ini mengundang banyak reaksi dari warganet, terutama yang berasal dari Amerika Serikat.

“Tolong selamatkan kami. Rakyat Amerika mendambakan kebebasan,” komentar seorang pengguna media sosial.

Perhatian publik mulai tertuju pada Gubernur Florida Ron DeSantis. Pasalnya, dia melonggarkan pembatasan virus corona di negara bagiannya seminimal mungkin sejak beberapa bulan lalu.

Pada September 2020, DeSantis mencabut pembatasan jarak sosial untuk bar dan restoran. Kemudian pada April 2021, dia secara resmi melarang paspor vaksin melalui perintah eksekutif yang melarang bisnis memerlukan bukti vaksinasi Covid-19.

Bukan hanya itu, pada Mei 2021, DeSantis melangkah lebih jauh dan mengumumkan niatnya untuk mengampuni semua orang di Florida yang dituduh melanggar pembatasan Covid-19 pada masker wajah dan jarak sosial.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya