Berita

Amerika Serikat siap mengirimkan 25 juta dosis vaksin Covid-19 kepada 49 negara di Afrika melalui skema COVAX/Net

Dunia

Bantu Afrika Hadapi Gelombang Ketiga, AS Sumbangkan 25 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Lewat COVAX

SABTU, 17 JULI 2021 | 01:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat siap mengirimkan 25 juta dosis vaksin Covid-19 kepada 49 negara di Afrika. Hal itu diumumkan oleh Koordinator Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk pemulihan Covid-19 dan kesehatan global, Gayle Smith pada Jumat (16/7).

Pengiriman vaksin itu dilakukan di tengah lonjakan baru kasus Covid-19 di kawasan Afrika. Negara-negara di benua tersebut kini tengah berjuang menghadapi gelombang ketiga Covid-19.

Dalam pengumuman yang sama, Smith menjelaskan bahwa sebanyak satu juta dosis vaksin Covid-19 dosis tunggal buatan Johnson & Johnson Covid juga akan tiba di Burkina Faso, Dijibouti dan Ethiopia dalam beberapa hari mendatang.


Pengiriman jutaan dosis vaksin dari Amerika Serikat itu akan dilakukan melalui skema bersama COVAX dan Uni Afrika. COVAX sendiri adalah sebuah skema yang dibentuk untuk mengatasi ketidaksetaraan vaksin dan dijalankan bersama oleh Gavi, Dana Darurat Anak Internasional PBB, WHO dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.

Mengutip kabar yang dimuat Russia Today, pihak Uni Afrika menyambut dengan tangan terbuka bantuan dari Amerika Serikat tersebut. Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Uni Afrika, Dr John Nkengasong menyatakan bahwa ini merupakan momen yang membanggakan bagi Afrika dalam memastikan akses yang adil ke vaksin Covid-19.

Sebelumnya, WHO telah memperingatkan bahwa tingkat penyebaran Covid-19 yang mengkhawatirkan di seluruh benua Afrika tengah terjadi saat ini. Bahkan jumlah kematian pun telah melonjak 43 persen dalam satu minggu.

Direktur regional WHO untuk Afrika Dr Matshidiso Moeti memperingatkan bahwa rumah sakit di wilayah yang paling rentan di Afrika saat ini sedang mencapai titik puncaknya. Mereka tengah berjuang untuk menangani pasien tanpa peralatan medis yang memadai.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya