Berita

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri pada hari Kamis (15/7) setelah gagal membentuk pemerintahan selama delapan bulan terakhir/Net

Dunia

Kebuntuan Politik Kembali Terjadi, PM Lebanon Mengundurkan Diri

KAMIS, 15 JULI 2021 | 22:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengundurkan diri pada hari Kamis (15/7) setelah gagal membentuk pemerintahan selama delapan bulan terakhir.

Hariri mengundurkan diri setelah pertemuan singkat dengan Presiden Michel Aoun di Istana Baabda.

"Saya mundur dari pembentukan pemerintahan," kata Hariri di hadapan wartawan, sebagaimana dikabarkan Al Jazeera.


“(Presiden) Aoun menuntut beberapa amandemen, yang dia anggap penting, dan mengatakan kita tidak akan bisa mencapai pemahaman satu sama lain. Dan semoga Tuhan menyelamatkan negara ini," sambungnya.

Diketahui bahwa pengunduran diri Hariri ini dilakukan di tengah kebuntuan politik yang telah berlangsung sejak pengangkatan kembali Hariri Oktober lalu.

Sebenarnya, Hariri telah mengusulkan pembentukan pemerintah yang terdiri dari 24 menteri. Kabarnya, di antara 24 menteri itu, delapan di antaranya adalah orang-orang dari kubu Aoun.

Namun Hariri dan Aoun tetap beselisih mengenai ukuran dan distribusi pemerintahan baru. Aoun menuduh proposal Hariri kurang memiliki perwakilan Kristen dan menolak sistem pembagian kekuasaan berbasis sektarian di negara itu.

Sementara itu, di sisi lain Hariri menuduh Aoun menginginkan terlalu banyak bagian dalam pemerintahan.

Ini bukan kali pertama kebuntuan politik terjadi di Lebanon. Hariri pernah mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada Oktober 2019 menyusul protes anti-pemerintah di seluruh negeri. Namun selang setahun kemudian, Hariri diangkat kembali dan membentuk pemerintahan yang akan memberlakukan reformasi ekonomi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya