Berita

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat menganggap, ancaman yang muncul dari hal itu lebih besar bagi Amerika Serikat, ketimbang Uni Soviet di era Perang Dingin/AFP

Dunia

Mike Pence: China Bisa Jadi Ancaman Yang Lebih Besar Bagi AS, Ketimbang Uni Soviet Di Era Perang Dingin

KAMIS, 15 JULI 2021 | 13:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence memperingatkan bahwa China sedang dalam perjalanan untuk menjadi "kekaisaran jahat". Dia menganggap, ancaman yang muncul dari hal itu lebih besar bagi Amerika Serikat, ketimbang Uni Soviet di era Perang Dingin.

"Partai Komunis China adalah ancaman terbesar bagi kemakmuran, keamanan, dan nilai-nilai kita di muka Bumi," kata Pence saat berpidato di think tank Heritage Foundation pada Rabu (14/7).

Dia mendesak Presiden Joe Biden untuk menghadapi China dengan lebih kuat di berbagai bidang, termasuk dalam asal usul virus corona dan "neokolonialisme" raksasa Asia.


"China mungkin belum menjadi kerajaan yang jahat, tetapi bekerja keras setiap hari untuk menjadi satu," ujar Pence.

"Dalam banyak hal, komunis China menimbulkan tantangan yang lebih besar bagi Amerika Serikat daripada yang pernah dilakukan Uni Soviet selama Perang Dingin," sambungnya, seperti dikabarkan AFP.

Komentar tersebut menyoroti sikap anti-China yang diadopsi oleh Pence dan memperkuat kebijakan era pemerintahan Donald Trump, termasuk memberlakukan tarif perdagangan dan menyalahkan negeri tirai bambu atas Covid-19.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya