Berita

Bisnis

Antusiasme Tinggi, bjb Sekuritas Berbagi Tips Aman Berinvestasi Di Masa Pandemi

SENIN, 12 JULI 2021 | 20:34 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

  Antusiasme masyarakat dalam berinvestasi terus tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Di Jawa Barat, jumlah investor saham justru melesat pesat di tengah masa pandemi Covid-19.

Di akhir tahun 2018, jumlah investor saham di Jawa Barat berjumlah sekitar 134 ribu orang. Angka tersebut naik menjadi 177 ribu orang di 2019. Pada masa pandemi 2020-2021, angkanya justru meningkat signifikan.   

Pada tahun 2020 saja, terdapat penambahan hingga 101 ribu investor baru di Jabart. Sementara di 2021, hanya dalam satu semester hingga akhir Juni 2021, terdapat penambahan 151.049 orang investor baru.


Jumlah tersebut menunjukan tingginya minat masyarakat Jawa Barat dalam berinvestasi.

"Ini adalah buah dari berbagai edukasi yang telah diberikan pada masyarakat sejak sekian tahun lalu," ungkap Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Reza Sadat Shahmeini dalam bincang-bincang daring "Mengungkap Potensi Investasi di Jawa Barat saat Pandemi" yang diselenggarakan oleh IDX Channel dan bjb Sekuritas, Senin (12/7).

Direktur Utama bjb Sekuritas Yogi Heditia Permadi mengatakan, meningkatnya minat investasi masyarakat, perlu diimbangi dengan penajaman literasi mereka seputar pasar modal. Terlebih untuk berinvestasi di masa pandemi, terdapat sejumlah hal yang dinilai penting untuk diperhatikan masyarakat.

Salah satunya adalah kejelian  melihat peluang bisnis yang masih terus bergeliat di tengah kondisi ekonomi secara umum yang mengalami penurunan.

"Saat pandemi ini terdapat sejumlah sektor bisnis yang masih sustain. Seperti bidang farmasi, hal yang berbau digital termasuk digital banking, juga sektor konsumsi dasar dan kebutuhan masyarakat masih bagus untuk dikoleksi. Di masa PPKM, distribusi barang dan jasa masih cukup bagus, daya beli masyarakat juga masih cukup baik," ungkap Yogi.

Ia menambahkan, masyarakat juga perlu untuk menjadikan aspek fundamental perusahaan sebagai bahan penilaian sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham. Mulai dari kinerja keuangan perusahaan, bisnis perusahaan, hingga posisi perusahaan yang bersangkutan dalam industri yang dijalani.

"Posisinya ada di mana, apakah market leader atau bukan? Apakah pasarnya masih berkembang atau sudah decline. Kalau masih terus berkembang, berarti bagus. Kalau punya waktu yang cukup, annual report perusahaan juga sebaiknya dipelajari. Agar bisa punya gambaran bagaimana manajemen perusahaan tersebut berjalan," ungkap Yogi.

Dia mengatakan, hal tersebut penting untuk dilakukan agar investor tidak sekedar berinvestasi bagaikan "membeli kucing dalam karung". Kemampuan analisa jangka panjang terkait kapan investor sebaiknya menanam atau menyudahi investasinya dalam suatu perusahaan tertentu akan menghindarkan dirinya dari hal-hal yang merugikan.

"Banyak juga yang beranggapan bahwa membeli saham IPO (Initial Public Offering) pasti untung. Sebetulnya yang utama, tetap harus diperhatikan bisnisnya apa, prospeknya bagaimana, dan kinerja perusahaan tersebut sebelum IPO seperti apa. Yang penting mengenal perusahaannya terlebih dahulu (sebelum berinvestasi) terlepas IPO ataupun yang sudah listing," ungkapnya.

Sebagai Perusahaan Efek Daerah (PED) pertama di Indonesia yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yogi mengatakan, bjb Sekuritas memiliki komitmen tersendiri untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap pasar modal, dalam hal ini masyarakat Jawa Barat. Sejumlah upaya dilakukan untuk melakukan edukasi, seperti melalui pendekatan personal kepada nasabah maupun kerjasama dengan sejumlah kampus.

"bjb Sekuritas merupakan sekuritas yang unik, kami lahir sebagai perusahaan efek daerah dan oleh karenanya diamanatkan untuk mendorong investasi di wilayah tempat kami beroperasi, yaitu Jawa Barat. Sesuai ketentuan OJK, hanya masyarakat yang memiliki KTP Jawa Barat yang dapat kami layani untuk melakukan investasi," ungkapnya.

Dia mengatakan, bjb Sekuritas memiliki sejumlah keunggulan, seperti memfasilitasi investasi online yang mudah untuk dilakukan. Selain itu, bjb Sekuritas juga dapat memberikan update market setiap hari sebagai panduan bagi para investor untuk melakukan investasi.

"Untuk buka rekening transaksi cukup dilakukan lewat smartphone atau laptop, tak perlu datang ke kantor. Fee-nya cukup bersaing, dan kami juga senantiasa memberikan insight saham-saham mana yang cukup bagus untuk dikoleksi atau perlu dikurangi di setiap harinya," paparnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

UPDATE

Tiba di Amman, Prabowo Disambut Putra Mahkota hingga Dikawal Jet Tempur

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit Didorong Optimisme AI

Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14

KPK Bakal Panggil Dirjen Bea Cukai Terkait Kasus Suap Importasi

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:55

Duduk Bareng Bahas Ritel: Upaya Mendag Sinkronkan Aturan dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:39

Mantan PM Norwegia Dirawat Serius Usai Dugaan Percobaan Bundir di Tengah Skandal Epstein

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:26

Indeks STOXX 600 Naik 0,23 Persen, Dekati Rekor Tertinggi di Tengah Dinamika Tarif AS

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:16

Kemenag Kejar Target: Dana BOP dan BOS Rp4,5 Triliun Harus Cair Sebelum Lebaran 2026

Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05

NasDem Berpeluang Mengusung Anies Lagi

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:51

Roy Suryo Cs versus Penyidik Polda Metro Makin Seru

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:34

Yuk Daftar Mudik Gratis 2026 Kota Bandung

Rabu, 25 Februari 2026 | 06:24

Selengkapnya