Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Taufik Rendusara: Kalau Pemerintah Tidak Sanggup Tangani Pandemi, Kibarkan Bendera Putih Di Istana

KAMIS, 08 JULI 2021 | 20:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintahan Presiden Joko Widodo hendaknya menyerah jika tidak sanggup menangani pandemi Covid-19, daripada harus mengorbankan lebih banyak lagi nyawa.

Begitu pesan yang disampaikan oleh politisi Demokrat, Taufik Rendusara kepada pemerintah yang dinilainya telah gagal dan lalai menangani pandemi.

Mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang menurutnya tidak jelas, Tope sapaannya, mengatakan rakyat saat ini dipaksa untuk berjuang sendiri.


"PSBB, PPKM, sudah ganti istilahnya, nggak berhasil. Terus mau sampai kapan? Nunggu uangnya habis? Nunggu serba kolaps? Setahun kita sabar, patuh, dan taat terhadap aturan pemerintah. Mau sampai kapan? Kita berjuang sendiri," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (8/7).

Dengan PPKM yang tidak jelas dasar aturannya, ia melanjutkan, pemerintah tidak fokus pada kesehatan rakyat. Alih-alih PPKM, karantina wilayah seharusnya diterapkan pemerintah.

"Alihkan anggaran buat beli besi dan beton. Besi dan baja bisa digantikan, nyawa tidak bisa digantikan. Berhenti untuk bicara soal infrastruktur, pemindahan ibukota baru," tegasnya.

Melihat situasi saat ini, ia menyarankan pemerintah untuk mengibarkan bendera putih jika memang tidak sanggup lagi menangani pandemi.

"Kalau nggak sanggup, kibarkan bendera putih. Naikkan bendera putih di istana. Jadi rakyat tahu pemerintah tidak sanggup, dan kita bisa cabut mandatnya," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya