Juche merupakan ideologi yang memandu Korea Utara pada kemerdekaan dan memberikan pengaruh besar pada era perkembangannya hingga saat ini/Net
Korea Utara dan Juche merupakan satu kesatuan yang mustahil dilepaskan. Juche sendiri merupakan ideologi yang memandu Korea Utara pada kemerdekaan dan memberikan pengaruh besar pada era perkembangannya hingga saat ini.
Di balik ideologi besar itu ada tokoh kuat yang mengagasnya. Dia adalah Kim Il Sung, pemimpin pertama Korea Utara.
Juche bak warisan berharga yang diturunkan oleh Kim Il Sung bagi warganya.
Secara garis besar, gagasan juche didasarkan pada penjelasan ilmiah bahwa manusia adalah penguasa dunia dan memainkan peran untuk menentukan perubahan dunia. Juche juga menunjukkan jalan bagi setiap warga Korea Utara untuk membentuk nasib mereka sendiri dengan usaha mereka sendiri.
Semasa hidupnya, Kim Il Sung menulis ide soal Juche dalam perjalanan perjuangannya memimpin revolusi Korea Utara.
Pada pertengahan tahun 1920-an ketika Korea berada di bawah pendudukan militer Jepang (1905-1945), Kim Il Sung menulis ide Juche dalam perjuangannya meraba-raba jalan revolusi Korea. Dan dia sepenuhnya menerapkan ide ini pada revolusi Korea secara menyeluruh dalam perjalanan revolusi tersebut.
Di bawah panji ide Juche, warga Korea Utara muncul sebagai penguasa negara merdeka dari perbudakan kolonial dan telah membangun negara sosialis yang mandiri dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan mandiri dalam pertahanan nasional.
Komponen esensial ide Juche adalah teori dan metode kepemimpinan yang harus dijunjung massa dalam perjuangan revolusioner dan pekerjaan konstruksi untuk mengukir nasib mereka sendiri.
Hingga saat ini, Juche tidak lekang dimakan zaman. Karya-karya Kim Il Sung dan pemikirannya soal ideologi Juche telah diterjemahkan ke lebih dari 60 bahasa dan disebarluaskan di lebih dari seratus negara di dunia.
Tidak heran, pasalnya Juche mengundang perhatian banyak pihak di dunia. Salah satunya adalah Shuhachi Inoue, mantan direktur jenderal International Institute of the Juche Idea yang juga merupakan pemenang International Kim Il Sung Prize.
Dia mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mempublikasikan ide Juche dan realitas Korea Utara.
"Mengapa mereka berpikir bahwa ide Juche terbatas pada Korea Utara? Ide Juche adalah ide bahwa setiap orang, tanpa kecuali, harus belajar. Ideologi umat manusia dan dunia meskipun ditulis di Korea Utara," jelasnya pada suatu waktu.
Bagi para pendukungnya, Juche adalah ideologi ensiklopedis, sehingga berlaku untuk segala usia dengan kehidupan abadi.
Pada musim panas 1985 silam, sebuah buku berjudul
"Dictionary of Philosophical Criticism" diterbitkan di Perancis. Buku ini menganalisis dan menaksir ideologi-ideologi yang ada di beberapa negara di dunia sesuai dengan pendapat para penulisnya. Namun, hanya entri yang terkait dengan ide Juche yang tidak mengandung kritik terhadap ideologi ini.