Berita

Pengamat politik Universitas Andi Yusran/Net

Politik

TKA China Masuk Saat PPKM Darurat Picu Rasa Tidak Percaya Publik Pada Pemerintah

SELASA, 06 JULI 2021 | 03:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dinilai memicu hilangnya rasa percaya pubik pada pemerintah.

Alasannya, ramainya pembahasan masuknya TKA China itu di tengah penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran mengatakan, kedatangan WNA pada saat PPKM Darurat menjadi kontraproduktif.


Argumentasinya, saat PPKM darurat diberlakukan rakyat harus dirumahkan, sedangkan di sisi lain justru orang asing dibiarkan masuk ke Tanah Air.

"Kedatangan WNA itu memicu rasa tidak percaya (social distrust) kepada pemerintah sehingga publik terkadang mengabaikan protokol kesehatan dalam aksi-aksi protesnya," demikian kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (5/7).

Menurut Andi, longgarnya pemerintah membuka pintu masuk bagi WNA akan kontraproduktif pada upaya melawan pandemi Covid-19.

Saat ini kenaikan kasus positif Covid-19 secara harian masih terus menanjak tinggi dan nyaris menyentuh rekor 30 ribu kasus dalam sehari.

Data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per Senin (5/7), kasus positif hari ini bertambah hingga 29.745 orang.

PPKM Darurat resmi diberlakukan sejak 2 Juli hingga 20 Juli mendatang. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadly Harahap menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Selatan, disampaikan bahwa 20 orang TKA tersebut datang sebagai calon tenaga kerja asing dalam rangka uji coba kemampuan dalam bekerja pada Proyek Strategis Nasional PT Huady Nickel-Alloy Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya