Berita

Bank Sentral Sri Lanka semakin memperketat kontrol pada arus keluar mata uang asing demi memerangi krisis uang tunai yang berkembang/Net

Dunia

Perangi Krisis, Sri Lanka Perketat Arus Keluar Mata Uang Asing

MINGGU, 04 JULI 2021 | 21:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bank Sentral Sri Lanka semakin memperketat kontrol pada arus keluar mata uang asing demi memerangi krisis uang tunai yang berkembang yang dipicu oleh pandemi virus corona.

Diketahui bahwa ekonomi di negara tersebut babak belur akibat Covid-19 yang terjadi sejak tahun lalu. Langkah penguncian yang diambil juga menyebabkan penurunan ekonomi terburuk yang pernah terjadi di Sri Lanka sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.

Menghadapi situasi tersebut, Bank Sentral Sri Lanka pada akhir pekan ini (Minggu, 4/7), mengumumkan sejumlah langkah untuk memperketat arus keluar mata uang asing. Salah satu langkah yang diambil adalah investasi luar negeri oleh perusahaan lokal akan ditangguhkan selama enam bulan.


Selain itu, jumlah modal yang dapat diambil oleh perusahaan dan warga negara dari negara kepulauan itu juga akan dibatasi.

Bukan hanya itu, Sri Lanka juga akan mempertahankan larangan yang sudah diterapkan sejak tahun lalu atas impor barang mewah dan mobil demi memerangi arus keluar mata uang asing.

Pemerintah negara tersebut berencana untuk memperpanjang larangan impor ke barang lain seperti ponsel, komputer dan barang-barang konsumen elektronik.

Mengutip kabar yang dimuat AFP, pihak Bank Sentral menekankan bahwa serangkaian langkah pembatasan tersebut ditempuh demi membantu dan menjaga stabilitas sistem keuangan negara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya