Berita

Ratusan warga Taiwan berbondong-bondong memesan perjalanan "vaksin" ke wilayah Amerika Serikat di pasifik yakni Guam/Net

Dunia

Ratusan Warga Taiwan Berburu Liburan "Vaksin" Di Guam

JUMAT, 02 JULI 2021 | 22:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan warga Taiwan berbondong-bondong memesan perjalanan "vaksin" ke wilayah Amerika Serikat di pasifik yakni Guam.

Hal ini terjadi setelah Guam menawarkan pakekt berwisata dan vaksinasi bagi warga asing.

Wilayah kecil yang mengandalkan pariwisata itu diketahui memiliki infeksi Covid-19 yang rendah namun tingkat vaksinasinya tinggi di antara para penduduk.


Demi menggenjot lagi ekonomi di sektor pariwisata, pemerintah Guam pun membuka pintu bagi warga asing yang mau berlibur sambil vaksinasi di bawah program yang disebut dengan "Air V&V", atau akronim dari liburan dan vaksinasi dalam bahasa Inggris.

Program ini terutama ditujukan untuk ekspatriat Amerika Serikat di kawasan Asia Pasifik. Namun warga negara lain juga bisa memanfaatkannya.

Para wisatawan yang datang dengan program tersebut nantinya bisa memilih apakah akan disuntik dengan vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech, Moderna atau Johnson & Johnson.

Rupanya, program tersebut juga menarik minat ratusan warga Taiwan. Dari ketiga vaksin yang ditawarkan Guam, Taiwan diketahui hanya mengunakan Moderna.

Bahkan sampai saat ini Taiwan masih berjuang untuk bisa mendapat pasokan vaksin yang cukup bagi warganya. Tercatat hanya sekitar 9 persen dari 23,5 juta warga Taiwan telah divaksinasi saat ini.

Salah satu operatur tur besar di Taiwan, Lion Travel, mengatakan bahwa total 439 slot dalam empat paket perjalanan pertama ke Guam mulai 6 Juli telah habis terjual.

Paket tersebut mencakup penerbangan dan hotel, dengan harga mulai dari 1.530 dolar AS, di luar biaya tes Covid-19.

Selain itu, operator perjalanan itu juga menawarkan perjalanan antara tujuh hingga 22 hari bagi para pelancong.

"Kami akan berdiskusi dengan maskapai untuk mengoperasikan dua penerbangan langsung tambahan pada 26 Juli dan 12 Agustus untuk memenuhi permintaan pasar," kata pihak operator seperti dikabarkan Channel News Asia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya