Berita

Jet tempur KF-21 yang dikembangkan oleh Korea Selatan dan Indonesia/Net

Dunia

Lama Menggantung, Korsel-RI Sepakat Lanjutkan Proyek KF-21/IF-X Bersama

JUMAT, 02 JULI 2021 | 13:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia dan Korea Selatan telah sepakat untuk bekerja sama melanjutkan pengembangan jet tempur KF-21/IF-X bersama. Dulu dikenal dengan Korean/Indonesian Fighter eXperiment (KF-X/IF-X).

Kesepakatan itu dicapai ketika Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong di Jakarta pada pekan lalu, Jumat (25/6).

Kunjungan ke Indonesia merupakan bagian dari tur lima hari Chung ke Asia Tenggara. Indonesia menjadi destinasi terakhir dari Chung.


Dalam keterangan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan yang dimuat Yonhap, kedua menlu membahas sejumlah isu bilateral, regional, dan global. Salah satu pembahasan merupakan kerja sama di sektor industri pertahanan.

"Para menteri sepakat untuk bekerja sama secara erat untuk memastikan bahwa proyek kerja sama yang saling menguntungkan dan substantif seperti proyek KF-21/IF-X akan berjalan dengan lancar,” kata kementerian.

Berdasarkan perjanjian untuk proyek KF-21/IF-X pada 2016, Indonesia berkomitmen untuk menanggung 20 persen atau 1,73 triliun won dari total biaya pengembangan jet tempur tersebut senilai 8,7 triliun won.

Nantinya, Indonesia akan mendapatkan 50 unit jet tempur generasi 4.5 itu untuk TNI AU dan transfer teknologi.

Tetapi proyek kerja sama tersebut mengalami hambatan pada tahun lalu, setelah Indonesia berhenti berkontribusi setelah membayar 227,2 miliar won.

Macetnya pembayaran disebabkan masalah keuangan dan prioritas Indonesia untuk melakukan perbaikan jangka menengah serta membeli jet tempur yang sudah jadi.

Di dalam negeri, sejumlah pengamat pertahanan menyebut teknologi 4.5 dari KF-21 akan tertinggal ketika jet tempur itu telah rampung.

Selain membahas sektor industri pertahanan, Retno dan Chung juga sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang pengadaan vaksin dan alat kesehatan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya