Berita

Korea Selatan geram dengan klaim baru Jepang atas kedaulatan pulau-pulau paling timur Korea Selatan yang mereka sebut dengan Dokdo/Yonhap

Dunia

Parlemen Korea Selatan Keluarkan Resolusi, Tuntut Wilayah Dokdo Dihapus Dari Peta Olimpiade Tokyo

KAMIS, 01 JULI 2021 | 22:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Selatan geram dengan klaim baru Jepang atas kedaulatan pulau-pulau paling timur Korea Selatan yang mereka sebut dengan Dokdo. Pasalnya, wilayah sengketa itu muncul dalam peta Jepang di situs web Olimpiade Tokyo.

Diketahui bahwa Dokdo yang terletak di Laut Timur, telah muncul di peta rute estafet obor, yang diunggah di situs web Olimpiade Tokyo. Negeri ginseng menganggap, hal tersebut adalah klaim teritorial terang-terangan dari negeri sakura atas pulau-pulau tersebut.

Dokdo sendiri merupakan sumber ketegangan lama yang berulang antara kedua tetangga. Jepang mengklaim bahwa pulau-pulau di Laut Timur itu merupakan wilayah kedaulatan mereka. Sedangkan Korea Selatan mengklaim bahwa wilayah itu telah berada di bawah kendali efektif Seoul sejak pembebasan Korea dari pemerintahan kolonial Jepang tahun 1910-1945.


Menindaklanjuti hal tersebut, Majelis Nasional Korea Selatan mengeluarkan resolusi yang mengecam klaim tersebut pada Kamis (1/7).

Dalam resolusi tersebut, anggota parlemen menggambarkan pencantuman Dokdo di peta sebagai langkah yang melanggar kedaulatan Korea Selatan dan yang meregresi hubungan Seoul-Tokyo. Mereka pun menyerukan penghapusan Dokdo segera dari peta tersebut.

Bukan hanya itu, seperti dikabarkan Yonhap, resolusi tersebut juga meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengambil tindakan proaktif terhadap kontroversi peta, dan juga menekankan perlunya pemerintah Korea Selatan untuk terlibat dalam diplomasi dengan Jepang dan IOC mengenai masalah tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya