Berita

Mantan Menteri Pertahanan AS Donald Rumsfeld/Net

Dunia

Mengenang Donald Rumsfeld, Dari Patriot Yang Dipuji Hingga War Maker Yang Keji

KAMIS, 01 JULI 2021 | 09:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Nama Donald Rumsfeld tampaknya tidak akan pernah terhapuskan dalam sejarah perang Irak. Bahkan kisah kelam tersebut ikut terbawa ketika mantan Menteri Pertahanan AS itu wafat pada usia 88 tahun.

Rumsfeld yang bertugas semasa pemerintahan Presiden Gerald Ford dan Presiden George W. Bush mengembuskan napas terakhirnya di Taos, New Mexico pada 29 Juni.

Sejumlah ucapan bela sungkawa berdatangan dengan cara berbeda-beda untuk politikus tersebut, seperti dimuat Reuters.


Dalam pernyataannya, Bush, menilai Rumsfeld sebagai negarawan yang luar biasa. Ia menyoroti tindakan patriot Rumsfeld saat serangan 9/11, ketika Rumsfeld berlari ke Pentagon untuk membantu mereka yang terluka dan selamat.

"Selama lima tahun berikutnya, dia bertugas tetap sebagai menteri pertahanan masa perang, sebuah tugas yang dia lakukan dengan kekuatan, keterampilan, dan kehormatan," kata Bush.

Menurut Bush, sosok Rumsfeld adalah seorang pria yang memiliki kecerdasan, integritas, dan energi yang tidak habis. Ia tidak bergeming dalam keputusan sulit dan menghindari tanggung jawab.

"Kami berduka atas seorang negarawan yang patut dicontoh dan orang yang sangat baik," tambahnya.

Pujian-pujian juga disampaikan oleh politisi-politisi dari Partai Republik.

"Beliau adalah inspirasi dan mentor bagi generasi konservatif kebijakan luar negeri, menanamkan di dalamnya misi yang jelas dan tidak menyesal untuk melindungi Amerika dan rakyat Amerika," kata Senator Partai Republik dari Texas, Ted Cruz.

"Saya sedih hari ini dengan meninggalnya seorang patriot Amerika yang melayani negaranya dengan terhormat dan tanpa lelah... Di setiap langkah, Donald Rumsfeld memimpin dengan keyakinan dan kecerdasan yang tajam," ujar Senator Republik dari Kentucky dan pemimpin minoritas, Mitch McConnell.

Namun pada saat bersamaan, ucapan bela sungkawa juga dijadikan momentum bagi sebagian orang untuk mengingat masa-masa kelam dari Rumsfeld, termasuk bagaimana ia dianggap sebagai penjahat perang.

Direktur Knight First Amendment Institute dari Columbia University, Jameel Jaffer mengatakan, Rumsfeld adalah sosok yang memberikan perintah yang mengakibatkan pelecehan seksual dan penyiksaan terhadap ratusan orang di tahanan AS di Afghanistan, Irak, dan Teluk Guantanamo.

"Lebih dari seratus tahanan tewas dalam perjalanan interogasi. Investigasi paling tidak serampangan. Tapi militer sendiri menyimpulkan bahwa beberapa tahanan disiksa sampai mati," ungkapnya.

Sementara presiden Yayasan Kawaakibi, Iyad el-Baghdadi menggambarkan Rumsfeld sebagai penjahat perang yang menyebabkan banyaknya warga sipil meninggal dunia.

"Donald Rumsfeld adalah seorang penjahat perang yang memimpin perang ilegal yang melibatkan pembantaian massal warga sipil, penyiksaan dan penjarahan sistemik, dan korupsi besar-besaran. Negara yang dia bantu pecahkan masih belum pulih. Ini adalah warisannya. Semoga dia terbakar di kekalan neraka," ucapnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya