Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Transformasi Digital Perbankan, Apa Saja Yang Harus Diperhatikan?

SELASA, 29 JUNI 2021 | 19:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Digitalisasi perbankan mulai gencar dilakukan di Indonesia. Namun terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan menjadi tantangan bagi perbankan ketika melakukan transformasi digital.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Teguh Supangkat mengatakan, data merupakan aset yang sangat berharga dan menjadi kunci daya saing bisnis saat ini. Untuk itu, pengelolaan data menjadi sangat krusial.

"Namun perlindungan data menjadi tantangan besar mengingat belum ada payung hukum yang menjamin perlindungan pertukaran data pribadi nasabah," ujarnya dalam webinar yang digelar Infobank bertema "The Future of Retail Banking" pada Selasa (29/6).


Perbankan menurutnya juga perlu memperhatikan kesesuaian antara rencana investasi teknologi informasi dengan strategi bisnis agar terhindar dari risiko-risiko strategis yang mungkin terjadi.

Tantangan lain yang disoroti oleh Teguh adalah potensi serangan siber yang berakibat pada kebocoran atau pencurian data nasabah.

"Bank juga perlu memperhatikan potensi risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti digital blackout maupun potensi sistemik akibat digital bankrupt," jelasnya.

Dalam melakukan transformasi digital, bank juga perlu berhati-hati menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan atau AI yang dapat menimbulkan risiko bias data.

"Lebih lanjut, kecanggihan teknologi perlu diimbangi  dengan kesiapan organisasi, budaya organisasi berorientasi digital... Di samping itu, kesediaan infrastruktur dan jaringan telekomunikasi masih menjadi tantangan di Indonesia," tambahnya.

Selain perbankan, regulator juga perlu memerhatikan payung hukum dalam transformasi digital agar bank bisa bergerak lebih cepat dengan tetap berhati-hati.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya