Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

India Catat 40 Ribu Kasus Wabah Jamur Hitam, 3.000 Di Antaranya Meninggal

SELASA, 29 JUNI 2021 | 08:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Wabah infeksi jamur hitam di India semakin mengkhawatirkan. Sejumlah daerah yang mendeteksi kasus jamur hitam juga diketahui mengalami lonjakan infeksi Covid-19.

Menteri Kesehatan Harsh Vardhan pada Senin (28/6) mengungkap data infeksi jamur hitam atau mucormysis di India. Sejauh ini sudah ada 40.845 kasus jamur hitam, dengan 3.129 orang di antaranya meninggal dunia.

"Dari mereka, 31.344 menderita hidung, sinus paranasal, dan bagian otak yang terkena," kata Vardhan, seperti dikutip Sputnik.


Mayoritas kasus terdeteksi di negara bagian Maharashtra, Kerala, Tamil Nadu, Benggala Barat, dan Odisha. Daerah-daerah itu juga melaporkan peningkatan kasus Covid-19.

Data menunjukkan, 32 persen pasien jamur hitam berusia antara 18-45 tahun, 42 persen masuk kelompok usia 45-60 tahun, dan 24 persen lainnya di atas 60 tahun.

Sebanyak 64 persen pasien juga merupakan penderita diabetes, dan 53 persen sudah pernah menggunakan steroid.

Mucormycosis adalah infeksi jamur yang menyerang sinus, otak dan paru-paru, dan dikatakan memiliki tingkat kematian hingga 50 persen. Orang dengan diabetes atau kekebalan yang berkurang setelah melawan penyakit lain, termasuk Covid-19, sangat rentan terhadap mucormycosis.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya