Berita

Amerika Serikat dan puluhan sekutu latihan militer di Laut Hitam/Net

Dunia

Dipimpin AS Dan Ukraina, 32 Negara Latihan Militer Di Laut Hitam

SENIN, 28 JUNI 2021 | 15:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan di Laut Hitam kembali meningkat antara Rusia dan negara-negara Barat. Amerika Serikat (AS) dan puluhan sekutunya dilaporkan memulai latihan militer di kawasan yang sensitif bagi Rusia itu.

Dikutip dari Deutsche Welle, AS dan Ukraina memimpin latihan "Sea Breeze" selama dua pekan yang dimulai pada Senin (28/6).

Sebanyak 32 negara dari enam benua berpartisipasi dalam latihan tersebut, menjadi terbesar sejak 1997. Latihan itu melibatkan lebih dari 5.000 tentara, 32 kapal, dan 40 pesawat untuk 18 operasi khusus.


Latihan Sea Breeze difokuskan pada perang amfibi, operasi menyelam, pertahanan udara, dan perang anti-kapal selam.

Menanggapi latihan tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebutnya sebagai tindakan provokasi dan upaya Barat untuk mengangkut senjata serta militer ke Ukraina.

Latihan itu dilakukan beberapa hari setelah insiden provokasi yang dilakukan oleh Inggris di perairan Laut Hitam di lepas pantai Krimea yang membuat angkatan laut Rusia melepaskan tembakan peringatan dan menjatuhkan bom.

Rusia mengatakan kapal angkatan laut Inggris melanggar perairan teritorialnya. Sementara Inggris menolak laporan Moskow dan mengatakan kapal itu berada di perairan teritorial Ukraina sesuai dengan hukum internasional.

Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada tahun 2014. Namun, banyak negara di seluruh dunia tidak mengakui pencaplokan tersebut dan menganggap perairan Laut Hitam sebagai bagian dari wilayah Ukraina.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya