Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Gelombang Panas Hantam Kanada, Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 46,6 Derajat Celcius

SENIN, 28 JUNI 2021 | 13:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gelombang panas menghantam Kanada bagian barat dan barat laut, mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa, yaitu hingga 46,6 derajat Celcius.

Envinronment Canada pada Minggu (27/6) telah mengeluarkan peringatan untuk sejumlah daerah, seperti British Columbia, Alberta, Yukon, sebagian Saskatchewan, hingga wilayah barat laut.

Di Lytton, British Columbia, rekor suhu tertinggi dalam sejarah Kanada tersebut tercatat.


Sementara di seluruh provinsi, termasuk kota resor ski Whistler, suhu mencapai di atas angka 40 derajat Celcius. Diperkirakan suhu akan terus meningkat sepanjang pekan, kemungkinan 10-15 derajat Celcius lebih panas dari biasanya.

"Gelombang panas yang berkepanjangan, berbahaya, dan bersejarah akan bertahan hingga pekan ini," ujar Environment Canada, seperti dikutip AFP.

Suhu tertinggi yang sebelumnya tercatat di Kanada adalah 45 derajat Celcius di dua kota di tenggara Saskatchewan pada Juli 1937.

"Saya suka memecahkan rekor, tapi ini seperti menghancurkan. Lebih panas di bagian barat Kanada daripada di Dubai," ujar ahli iklim senior Environment Canada David Phillips.

Dengan meningkatnya suhu, maka risiko kebakaran hutan juga meningkat, sementara tingkat air di danau dan sungai lebih rendah.

Di samping itu, beberapa klinik vaksinasi Covid-19 ditutup pada Senin.

Layanan Cuaca Nasional AS juga telah mengeluarkan peringatan serupa di beberapa bagian negara bagian Washington dan Oregon.

"Gelombang panas Northwest yang bersejarah akan berlanjut hingga sebagian besar minggu mendatang, dengan banyak catatan harian, bulanan, dan bahkan sepanjang waktu kemungkinan akan terjadi," jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Badan itu memperkirakan, Senin (28/6) akan menjadi hari terpanas di kota-kota besar seperti Seattle dan Portland, dengan kemungkinan rekor tertinggi sepanjang masa di kedua kota tersebut.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya