Berita

Panglima militer tertinggi Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Di Tengah Kekacauan Pasca Kudeta, Junta Myanmar Akan Perkuat Kerja Sama Militer Dengan Rusia

SENIN, 28 JUNI 2021 | 08:58 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di tengah krisis dan kasus kekerasan yang melibatkan aparat keamanan, junta Myanmar mengumumkan akan memperluas kerja sama militer dengan Rusia.

Panglima tertinggi militer Myanmar sekaligus Ketua Dewan Administrasi Negara, Min Aung Hlaing sedikit menguak rencana kerja sama yang akan dilakukan pihaknya dengan Rusia.

Min Aung Hlaing mengungkap, perluasan kerja sama militer antara Myanmar dan Rusia juga menjadi topik utama dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu di Moskow pada pekan lalu.


"Kami akan membuat kemitraan baru, (dan) akan memperluasnya. Sejak awal, kerja sama (militer) kami dirancang agar dapat berkembang dari waktu ke waktu. Itu sebabnya dalam pertemuan, kami lebih banyak membahas perluasan kerja sama yang ada," jelas Min Aung Hlaing, seperti dikutip Sputnik, Senin (28/6).

Selama pertemuan dengan Min Aung Hlaing, Shoigu mencatat bahwa Myanmar adalah mitra strategis dan sekutu yang dapat diandalkan di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.

Sebelumnya, kepala pembuat kapal AK Bars mengatakan salah satu anggota ASEAN telah menyatakan minatnya untuk membeli dua kapal patroli Project 22160 dari Rusia dan membangun dua lagi di galangan kapalnya sendiri. Pelanggan potensial ini menginginkan perusahaan Rusia untuk mengatur proses produksi dan melatih pekerja.

Dengan lawatan Min Aung Hlaing ke Moskow, banyak yang menduga pelanggan tersebut adalah Myanmar.

Saat ini, Myanmar sendiri masih diliputi kekacauan setelah kudeta militer pada 1 Februari 2021. Aksi protes nasional dibalas dengan kekerasan aparat keamanan yang membuat ratusan orang meninggal dunia, dan ribuan lainnya ditahan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya