Berita

Akademisi Unusia, Bakhrul Amal/RMOL

Politik

Covid-19 Terus Melonjak, Pemerintah Disarankan Terapkan Strategi Lebih Kuat Dari Hukum

SENIN, 28 JUNI 2021 | 05:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Tingginya pertambahan kasus virus corona baru (Covid-19) yang menyentuh 21.342 kasus harus menjadi pengingat bagi pemerintah agar lebih konkret dalam melaksanakan kebijakan.

Pengamat hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Bakhrul Amal mengatakan, herd immunity adalah tujuan. Suatu tujuan  agar dapat dicapai maka perlu langkah-langkah yang jelas, konkrit, dan efektif.

Dalam pandangan Bakhrul, pemerintah seringkali memanfaatkan hukum dengan karakter memaksa. Dengan model alat rekayasa dalam menangani pandemi Covid-19.


Selama ini, kata Bakhrul ada 2 produk kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah, yakni PSBB, sanksi kepada pembuat keramaian, hingga denda bagi mereka yang enggan menerima vaksin.

Meski demikian, fakta yang ada sampai saat ini hukum yang dijalankan belum efektif untuk menekan Covid-19.

"Covid 19 tahun 2021 malah semakin menggila. Kesimpulan sementaranya adalah substansi, struktur, hingga kultur belum siap menerjemahkan langkah Pemerintah itu ke dalam laku hidup," demikian kata Bakhrul saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/6).

Kandidat Doktor Ilmu hukum Universitas Diponegoro ini menyarankan pada pemerintah agar lebih inovatif membuat produk yang lebih kuat ketimbang hukum.

Ia menyebutkan, kesadaran adalah salah satu bentuk langkah yang lebih kuat dari hukum.

"Kesadaran itu, menurut Cicero, bersandar pada asas non nobis solum nati sumus atau manusia tidak dilahirkan untuk dirinya sendiri. Manusia harus memperhatikan negara dan lingkungan sosial dimana ia tinggal," demikian uraian Bakhrul.

Lebih lanjut Bakhrul menjelaskan bahwa kesadaran pribadi warga negara yang menjadi kesadaran kelompok. Dalam terminilogi Indonesia disebut Gotong Royong.

"Gotong royong lantas memunculkan kepedulian. Pada akhirnya keinginan mematuhi setiap langkah penghentian laju Covid 19 nantinya muncul bukan sebab terpaksa tetapi sebab keharusan karena ingin mewujudkan kebaikan bersama," tandasnya.

Lebih lanjut, membangun semangat gotong royong akan efektif jika pemerintah memulai dengan contoh atau keteladanan.

"Contoh itu ditunjukkan dengan perilaku keseharian pemangku kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah dengan patuh prokes, tidak menimbulkan keramaian, dan mengurangi kegiatan yang bersifat dinas luar," pungkasnya.

Data sampai Minggu (28/6) data kasus aktif menyentuh di angka 207.685 bertambah 12.909 dalam sehari.

Kasus bertambah dalam sehari sebanyak 21.342 kasus dengan total 2.115.304 kasus sejak awal pandemi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya