Berita

Virus corona varian Delta mendominasi di Afrika Selatan/Net

Dunia

Gawat, Varian Delta Sudah Merajalela Afrika Selatan

MINGGU, 27 JUNI 2021 | 06:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Virus corona varian Delta atau B.1.617.2 diperkirakan akan mendominasi dunia. Saat ini saja, varian yang pertama kali diidentifikasi di India itu tampaknya sudah mengambil alih Afrika Selatan.

Menurut para ilmuwan, varian Delta mendorong terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di Afrika Selatan. Pada gelombang sebelumnya, lonjakan infeksi terjadi karena varian Beta yang pertama kali diidentifikasi secara lokal.

"Varian baru tampaknya tidak hanya muncul, tetapi mulai mendominasi infeksi di Afrika Selatan," kata profesor di Universita KwaZulu-Natal, Tulio de Oliveira dalam konferensi pers pada Sabtu (26/6).


"Ini benar-benar mengambil alih," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Menurut de Oliveira, transmisi varian  Delta yang lebih menular daripada varian Beta sudah muncul di komunitas, seperti di Provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng.

Penjabat Menteri Kesehatan Mmamoloki Kubayi-Ngubane menyebut puncak gelombang ketiga kemungkinan akan melampaui gelombang kedua yang terjadi pada Januari, ketika lebih dari 21 ribu kasus Covid-19 tercatat dalam sehari.

Untuk menindaklanjuti penularan varian Delta, pemerintah akan bertemu pada Sabtu dan Minggu (27/6) untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan.

Presiden Cyril Ramaphosa juga dijadwalkan menyampaikan pidato nasionalnya pada Minggu pukul 8 malam.

Afrika Selatan adalah negara yang paling parah terkena dampak  virus corona di Afrika. Sekitar sepertiga dari infeksi yang dikonfirmasi dan lebih dari 40 persen kematian di benua itu berada di Afrika Selatan.

Pada Jumat (35/6), Afrika Selatan mencatat lebih dari 18 ribu kasus Covid-19 dengan 215 kematian.

Meski terjadi lonjakan kasus Covid-19, peluncuran vaksin terhitung lambat, yaitu hanya 2,7 juta dari 60 juta populasi.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya