Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf/Net

Politik

Kasus Harian Covid Indonesia Tembus 20 Ribu, Gde Siriana Singgung Politik Kebijakan Biden Vs Trump

KAMIS, 24 JUNI 2021 | 21:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah tidak bisa salahkan rakyat, bagaimanapun juga kebijakan Covid-19 dan implementasinya tanggung jawab pemerintah.

Begitu diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, menanggapi lonjakan kasus positif Covid-19 yang mencapai 20.574 kasus dalam sehari pada Kamis (24/6).

Menurut Gde Siriana, laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terkait kasus positif hari ini sejalan dengan jumlah testing yang dilakukan di 34 provinsi terdampak, yakni sebanyak 90.503 orang dengan jumlah spesimen yang diambil 136.896 sampel.


"Dalam situasi lonjakan akibat varian baru Covid-19 tentunya bukan hanya diperlukan kecepatan vaksinasi secara masif. Tetapi juga kecepatan tracing, testing, treatment (3T)," ujar Gde Siriana saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.

Disamping itu, Gde Siriana tidak begitu yakin pemerintah masih menggencarkan upaya tracing dan testing dalam situasi rumah sakit (RS) rujukan kewalahan karena mendapat banyak pasien positif.

"Dalam hal testing, apakah itu sebagian besar dicatat dari orang-orang yang datang ke rumah sakit? Bagaimana dengan tracing dan testing yang jemput bola?" tanyanya.

Komite Politik dan Pemerintahan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini meyakini, angka 20 ribu lebih kasus yang ditemukan hari ini belum yang terparah.

Karena, ia membandingkan dengan upaya tracing yang dilakukan pemerintah Brazil. Di mana, dalam sehari bisa menemukan ratusan ribu kasus.

"Ini yang dilakukan Brazil dengan testing 200 ribu per hari saat terjadi lonjakan kasus," imbuhnya.

Dari pengalaman Brazil tersebut, Gde Siriana menantang pemerintah untuk melakukan testing hingga ratusan ribu orang dalam sehari.
Karena menurutnya, kunci penanganan Covid-19 adalah kecepatan vaksinasi, 3T secara efektif dan masif, serta kepatuhan masyarakat pada protokol Covid-19.

Jika itu tidak dilakukan, Gde Sirina memprediksi pemerintah bakal mendapat penilaian yang buruk dari masyarakat.

Dalam konteks ini, ia menyinggung politik kebijakan yang dilakukan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, yang mampu mengendalikan Covid-19. Bahkan masyarakat kini sudah bebas melepas masker.

Berbeda halnya, terang Gde Siriana, dengan politik kebijakan pemimpin Negeri Paman Sam sebelumnya, Donald Trump, yang justru tidak mampu mengendalikan badai Covid-19 dan tidak didukung masyarakat Amerika Serikat dalam hal kebijakan Covid-19 dan ekonominya.

"Bagaimanapun rasa kecewa masyarakat pada cara pemerintah menangani Covid sejak awal, masyarakat tetap harus ikuti prokes demi kesehatan dan keselamatan bersama. Di sisi lain, kesungguhan dan efektifitas pemerintah menangani Covid akan menentukan pemulihan ekonomi," tutur Gde Siriana.

"Seperti contoh, masyarakat AS yang terkesan dengan cara Biden menangani Covid, kemudian memberikan dukungan penuh pada kebijakan-kebijakan ekonomi Biden selanjutnya. Berbeda dengan yang diterima Trump," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya