Berita

Presiden Filipina Rodrigo Duterte/Net

Dunia

Duterte: Suntik Vaksin Covid-19 Atau Saya Penjarakan

SELASA, 22 JUNI 2021 | 08:16 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memenjarakan mereka yang menolak untuk divaksinasi Covid-19.

Ancaman itu disampaikan Duterte dalam pidato yang disiarkan di televisi pada Senin (21/6), setelah muncul laporan rendahnya jumlah orang yang ingin divaksinasi di Manila.

"Anda pilih, vaksin atau saya akan memenjarakan Anda," tegasnya, seperti dikutip Channel News Asia.


"Jangan salah paham, ada krisis di negara ini. Saya hanya kesal dengan orang Filipina yang tidak mengindahkan pemerintah," lanjutnya.

Berbeda dengan Duterte, pejabat kesehatan di Filipina mengatakan, walaupun pemerintah mendesak vaksinasi Covid-19, namun hal itu bersifat sukarela.

Per 20 Juni, Filipina telah memvaksinasi penuh 2,1 juta orang. Angka tersebut terbilang rendah ketika pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi 70 juta orang pada tahun ini.

Sementara itu, totalnya, Filipina sudah mencatat lebih dari 1,3 juta kasus Covid-19 dengan lebih dari 23 ribu kematian.

Duterte selama ini dikritik karena pendekatannya yang keras dalam penanganan Covid-19.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya