Berita

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan/Net

Politik

Novel Baswedan Disarankan Gabung Partai Politik

SENIN, 21 JUNI 2021 | 12:59 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diminta untuk ksatria menerima hasil tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam berharap Novel bisa legawa dan mengambil hikmah dari kegagalan mengikuti tes tersebut.

“Jangan kemudian semua orang dianggap salah. Kita harus sadar bahwa Novel sebagai manusia juga tidak luput dari salah, jangan kemudian apa-apa orang lain salah dan memaksakan dirinya harus benar," jelas Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (21/6).


Menurutnya, jika Novel terus koar-koar ke media dan meluapkan ketidaksukaannya pada hasil TWK, maka publik akan menilai bahwa Novel kurang matang. Bahkan masyarakat akan menilai bahwa hasil TWK sudah benar adanya.

"Coba dia lebih berjiwa besar, maka publik akan menilai dia cukup dewasa untuk menjalani ini semua. Kalau seperti saat ini seolah pekerjaan hanya menjadi pegawai KPK saja. Padahal pekerjaan mulia tidak hanya sebagai pegawai KPK," urainya.

Sebagai solusi, Saiful Anam menyarankan agar Novel Baswedan bergabung dengan partai politik atau lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dengan begitu, Novel memiliki wadah yang tepat untuk bersuara dan mengoreksi KPK.

“Saran saya agar bergabung ke partai politik atau bahkan buat LSM untuk mengaspirasikan apa yang menjadi keinginan dan tujuannya," demikian Saiful Anam.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya