Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Anggurnya Kena Bea Masuk Antidumping, Australia Adukan China Ke WTO

MINGGU, 20 JUNI 2021 | 06:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia akan mengadukan China kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas pemberlakuan bea masuk antidumping (BMAD) untuk produk anggurnya.

BMAD merupakan pungutan yang dilakukan negara atas barang dumping yang menyebabkan kerugian. Dalam hal ini, barang itu adalah yang diimpor dengan tingkat harga ekspor lebih rendah dari nilai normalnya di negara pengekspor.

Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan mengatakan, keputusan untuk mengadukan China ke WTO diambil setelah konsultasi dengan para pembuat anggur, seperti dimuat Sputnik.


"Australia akan membela kepentingan pembuat anggur Australia dengan mengambil tindakan di WTO atas pengenaan bea anti-dumping China pada anggur Australia," ujar Tehan dalam keterangan bersama dengan Menteri Pertanian David Littleproud pada Sabtu (19/6).

Pada akhir November 2020, Kementerian Perdagangan China memperkenalkan tarif hingga 212,1 persen pada impor anggur Australi. Itu terjadi ketika Australia memulai penyelidikan dugaan praktik dumping oleh China.

China adalah mitra dagang utama Australia dan pasar terbesar untuk anggur Australia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya