Berita

Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto/Net

Politik

Rawan Disalahgunakan, Komisi VI DPR Minta Erick Thohir Hapus Fasilitas Kartu Kredit Semua BUMN

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 14:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kemneterian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didorong untuk menerapkan kebijakan penghapusan fasilitas kartu kredit di seluruh BUMN.

Kebijakan tersebut dinilai perlu dilakukan sebagai upaya melakukan pengetatan anggaran dan efisiensi.

Hal tersebut ditegaskan anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto sejalan dengan langkah Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) yang menghapus fasilitas kartu kredit bagi pejabat Pertamina.

"Apa yang dilakukan Ahok di Pertamina mestinya jadi rujukan Menteri BUMN agar menerapkan hal serupa ke seluruh BUMN. Efisiensi anggaran harus dilakukan ditengah kondisi ekonomi seperti saat ini," kata Darmadi kepada wartawan, Jumat (18/6).

Darmadi juga menyarankan agar Menteri BUMN melakukan inventarisir pengeluaran anggaran melalui fasilitas kartu kredit di seluruh BUMN.

"Berapa angka pengeluaran negara dari fasilitas kartu kredit yang diberikan ke direksi dan komisaris seluruh BUMN ini harus dibuka oleh menteri BUMN. Saya kira angkanya pasti besar itu," lanjut politisi PDIP itu.

Menurutnya, skema pemberian fasilitas kartu kredit ke direksi dan komisaris BUMN harus diubah agar ada transparansi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Fasilitas kartu kredit bagi BUMN juga rentan disalahgunakan.

"Ketimbang pakai kartu kredit, anggaran itu sebaiknya dialihkan ke hal yang produktif seperti pengembangan BUMN itu sendiri. Jangan-jangan BUMN banyak yang rugi karena anggaran mubazir dan tak terpantau semacam anggaran untuk fasilitas kartu kredit itu," pungkasnya.

Populer

Mantan Petinggi Polri: Banyak Kasus Penistaaan Agama Islam Tak Diproses di Era Jokowi

Selasa, 21 September 2021 | 05:52

Ribuan Tetangga Rocky Gerung Bertekad Geruduk Kediaman Prabowo Subianto

Minggu, 19 September 2021 | 08:31

Lieus Sungkharisma Nilai Tindakan Napoleon Bonaparte terhadap M Kece Tak Sejalan dengan Ideologi Pancasila

Rabu, 22 September 2021 | 02:22

Di Mata Ketua GNPF Ulama, Napoleon Bonaparte Adalah Manusia Pilihan Tuhan

Minggu, 19 September 2021 | 14:28

Satu Tentara Dikabarkan Tewas Lagi di Papua, Natalius Pigai Salahkan Kebijakan Jokowi

Selasa, 21 September 2021 | 14:33

Beda Sikap Usai Diperiksa KPK, Anies Baswedan Tenang sedangkan 2 Politisi PDIP Pilih Kabur dari Wartawan

Selasa, 21 September 2021 | 19:34

Gatot Nurmantyo Perlihatkan Indikasi PKI Telah Menyusup ke Tubuh TNI

Minggu, 26 September 2021 | 22:33

UPDATE

Peringatan Para Ahli: Akan Ada Lebih Banyak Pandemi, Kecuali Manusia Perbaiki Hubungan dengan Alam

Selasa, 28 September 2021 | 14:20

Masa Kampanye Tepat Bulan Ramadhan, PDIP Minta Pemerintah Kaji Usulan Pemilu 15 Mei

Selasa, 28 September 2021 | 14:14

Tak Persoalkan Usulan Pemerintah, Legislator PAN: Asal Pilkada dan Pemilu Tidak Beririsan

Selasa, 28 September 2021 | 14:11

Polisi Ringkus Pelaku Penembakan Ustaz di Pinang Tangerang

Selasa, 28 September 2021 | 14:08

Sukamta: G30S/PKI Perlu Jadi Refleksi Sejarah, Pembelajaran Agar Tak Terulang

Selasa, 28 September 2021 | 14:05

Diduga Risih Karena Terima Pengamanan Ekstra, PM Belanda Terlibat Bentrok Sengit dengan Pengawalnya

Selasa, 28 September 2021 | 14:02

Polisi Akan Umumkan Tersangka Baru Kebakaran Lapas Tangerang, Hari Ini

Selasa, 28 September 2021 | 13:54

Komisi I Tuntut Pangkostrad Beri Penjelasan Gamblang Soal Patung yang Hilang

Selasa, 28 September 2021 | 13:54

Genjot Vaksinasi Covid-19, Joe Biden Disuntik Booster di Depan Kamera

Selasa, 28 September 2021 | 13:45

Bocah Buka Jendela Citilink Langgar SE Kemenhub, Alvin Lie: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Selasa, 28 September 2021 | 13:44

Selengkapnya