Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dubes: AS Bisa Mengarang Kebohongan Untuk Membuktikan Virus Corona Berasal Dari China

JUMAT, 18 JUNI 2021 | 11:07 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) bisa mengarang kebohongan untuk membuktikan rumor bahwa virus corona berasal dari China.

Dutabesar China untuk Prancis Lu Shaye pada Kamis (17/6) mengatakan, AS memiliki modus operandi yang sama ketika memulai perang.

Seperti halnya ketika AS melakukan invasi Irak pada 2003, Washington bisa memulai perang dengan menjatuhkan tuduhan terhadap China atas asal-usul virus corona, minoritas Uighur, hingga Taiwan.


"Proses yang sama sedang diulang, dari menjatuhkan tuduhan berdasarkan praduga bersalah, kemudian memberikan tekanan dengan instrumentalisasi dan menyesatkan opini publik," ujar Lu dalam wawancara dengan surat kabar Prancis, L'Opinion, seperti dikutip Anadolu Agency.

Lu kemudian mendesak agar laboratorium virologi di AS ditempatkan di bawah pengawasan internasional.

Menurutnya, penting untuk menyelidiki asal muasal virus corona dari laboratorium militer AS karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengesampingkan kemungkinan virus corona bocor dari laboratorium Wuhan.

Sebagai balasan atas teori virus corona bocor dari laboratorium Wuhan, China mengembangkan rumor virus berasal dari laboratorium Institut Penelitian Medis Angkatan Darat AS untuk Penyakit Menular (USAMRIID) di Fort Detrick di negara bagian Maryland, AS.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya