Berita

Ilustrasi pabrik gula/Net

Bisnis

Wujudkan Swasembada, DPD APTRI Desak Pemerintah Evaluasi Pabrik Gula Jatim

KAMIS, 17 JUNI 2021 | 13:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah pusat perlu melakukan evaluasi keberadaan pabrik gula  di Jawa Timur yang disinyalir menyalahi aturan.

Menurut Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Timur, keberadaan pabrik gula sejatinya untuk membantu pemerintah mewujudkan swasembada gula. Oleh karenanya, pabrik gula diwajibkan memiliki tanaman tebu sendiri.

"Namun ada dua pabrik gula baru di Jatim berizin gula kristal putih (GKP) berbasis tebu ternyata tidak menyiapkan kebun dan tanamannya sendiri, hanya memindah giling tebu yang sudah ada dan bermitra dengan pabrik gula sebelumnya," kata Ketua DPD APTRI Jatim, Sunardi Edy Sukamto dalam keterangannya, Kamis (17/6).


Dua pabrik yang dimaksud yakni PT KTM di Lamongan dan PT RMI di Blitar, Jatim. Sunardi melanjutkan, Pemprov Jatim berharap kepada dua pabrik gula baru tersebut bisa berswasembada gula.

"Namun faktanya tidak menambah jumlah luas tanam malah mematikan pabrik gula yang sudah ada," beber Edy.

Selain kepada pemerintah pusat, ia juga meminta DPRD dan Pemprov Jatim melakukan evaluasi secara komprehensif terkait keberadaan dua pabrik gula tersebut.

"Sebaiknya dievaluasi perizinan dan operasionalnya, bahkan kalau perlu dicabut jika pemerintah serius ingin swasembada gula," tegasnya.

Di sisi lain, ia menyesalkan adanya penolakan Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) 3/2021 yang dituding akan mematikan petani tebu di Jawa Timur.

"Apa yang kami upayakan adalah meluruskan maksud dan tujuan Permenperin 3/2021 adalah instrumen pemerintah untuk mengatur dan memenuhi kebutuhan gula nasional, baik rafinasi dan konsumsi sesuai peruntukkannya," tegasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya